Luka
Titik-titik hujan malam temaniku di sini
Saksikan hati yang tergores kenangan
Derasnya menyambar detakan jantung
Tuk kembali rasakan pahit manis serangan
Tiada yang tahu
Mengapa sampai di titik ini
Semua baik-baik saja itu
Tapi dugaan lama tersipu malu ratapi semua ini
Aku tidak berharap
Hanya bisa pasrah dengan kenyataan
Jika semua bisa diputar
Air mata kan kuubah jadi sukacita
Siapa yang menduga
Siapa yang tahu
Siapa yang bertanggung jawab
Kini hanya bisa meratap
Kosong
Bawalah aku ke dalam
Ke dalam lubuk nan jauh
Jauh, jauh, jauh
Jauh dari air mata
Jauh, jauh, jauh
Jauh dari tangis lara
Kutak terima kenyataan
Namun hanya bisa pasrah berserah
Hampa tanpa syarat
Menggebu tiada tujuan
Mati raga dan jiwa
Hati riang entah ke mana
Di mana kubisa temukan
Di mana harus kucari
Aku haus makna hidup
Di mana kutemukan makna hidup
Menolak Luka
Siapa yang menduka semua terjadi
Harapan tak kunjung jadi kenyataan
Tak sangka hati jadi begini
Kenangan hanya jadi siksaan
Hati sedih tiada arti
Patah sayap berkeping-keping
Robek tanpa syarat
Tak kunjung sembuh terobati
Mungkinkah semua membaik
Mungkinlah tak seperti ini
Lara hati tak terima
Sungguh ku tak terima
Pahit Kenyataan
Di bawah teriakan jiwa
Kutermenung meratap masa lalu
Kenangan yang sungguh pahit
Satu padu tiada makna
Memori bunuh hati
Kubenci semua ini
Lari jauh dari kenyataan harap pasti
Namun siksaan kian menghampiri
Benci benci sungguh benci
Bukan ini yang kuingini
Harapan tak kunjung datang
Kenyataan hanya bersama kenangan
Lara Jiwa
Satu persatu langkah kian maju
Perlahan hati pasti kupergi melangkah
Harap luka tertinggal jauh
Terbawa waktu dan arus sendu
Sampai kapan seperti ini
Tak kunjung sampai pada tujuan
Bukan ini yang kuinginkan
Membekas luka tak bertanggung jawab
Aku benci sungguh benci
Kecewa dengan semua ini
Sakit sedih hancur mati
Langkahku perlahan mati
Tak tahu ke mana harus kubawa
Yang temani hanya duka lara
(Putri Artama)
