Categories Puisi Rehat

Kumpulan Puisi Luka dan Pahit

Luka

Titik-titik hujan malam temaniku di sini

Saksikan hati yang tergores kenangan

Derasnya menyambar detakan jantung

Tuk kembali rasakan pahit manis serangan

 

Tiada yang tahu

Mengapa sampai di titik ini

Semua baik-baik saja itu

Tapi dugaan lama tersipu malu ratapi semua ini

 

Aku tidak berharap

Hanya bisa pasrah dengan kenyataan

Jika semua bisa diputar

Air mata kan kuubah jadi sukacita

Siapa yang menduga

Siapa yang tahu

Siapa yang bertanggung jawab

Kini hanya bisa meratap

 

Kosong

Bawalah aku ke dalam

Ke dalam lubuk nan jauh

Jauh, jauh, jauh

Jauh dari air mata

 

Jauh, jauh, jauh

Jauh dari tangis lara

Kutak terima kenyataan

Namun hanya bisa pasrah berserah

 

Hampa tanpa syarat

Menggebu tiada tujuan

Mati raga dan jiwa

Hati riang entah ke mana

 

Di mana kubisa temukan

Di mana harus kucari

Aku haus makna hidup

Di mana kutemukan makna hidup

 

Menolak Luka

Siapa yang menduka semua terjadi

Harapan tak kunjung jadi kenyataan

Tak sangka hati jadi begini

Kenangan hanya jadi siksaan

Hati sedih tiada arti

Patah sayap berkeping-keping

Robek tanpa syarat

Tak kunjung sembuh terobati

Mungkinkah semua membaik

Mungkinlah tak seperti ini

Lara hati tak terima

Sungguh ku tak terima

 

Pahit Kenyataan

Di bawah teriakan jiwa

Kutermenung meratap masa lalu

Kenangan yang sungguh pahit

Satu padu tiada makna

 

Memori bunuh hati

Kubenci semua ini

Lari jauh dari kenyataan harap pasti

Namun siksaan kian menghampiri

 

Benci benci sungguh benci

Bukan ini yang kuingini

Harapan tak kunjung datang

Kenyataan hanya bersama kenangan

 

Lara Jiwa

Satu persatu langkah kian maju

Perlahan hati pasti kupergi melangkah

Harap luka tertinggal jauh

Terbawa waktu dan arus sendu

 

Sampai kapan seperti ini

Tak kunjung sampai pada tujuan

Bukan ini yang kuinginkan

Membekas luka tak bertanggung jawab

Aku benci sungguh benci

Kecewa dengan semua ini

Sakit sedih hancur mati

Langkahku perlahan mati

Tak tahu ke mana harus kubawa

Yang temani hanya duka lara

 

(Putri Artama)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *