Categories Puisi Rehat

Berkas Harapan

ILUSTRASI Puisi Berkas Harapan. (FOTO: PIXABAY.COM)

Pundakku Harus Sekuat Baja

Tiap harinya kuawali dengan harapan akan lebih baik lagi

Harapan sebesar itu harus kutaruh dipundak ini

Situasi pelik sudah menjadi senjata untuk berdiri

Seakan sudah terbiasa jika jalan yang ditapaki berduri

Namun tak perlu banyak kata untuk menjalaninya

Cukup tabah lagi dan lagi sampai titik sempurnanya

Harus selalu ingat anak perempuan ini harapan orangtua

Pundakku harus sekuat baja

Lantunan Doa

Pada Sang Ilahi terus berharap, ribuan doa terus dipanjatkan

Berjalan dengan penuh harapan sampai waktu yang entah kapan

Kiri kanan banyak tantangan juga cobaan

Penuh usaha untuk meruntuhkan perjuangan

Namun jiwa raga harus tetap bertahan demi mewujudkan harapan

Tak lupa doa tetap yang menyertai agar sempurna semua perjalanan

Aku Akan Pulang Dengan  Hasil

Aku pergi dengan harapan ditanganku

Aku berjalan dengan harapan dipundakku

Aku bertahan dengan harapan sebagai dalihku

Lalu aku mengarapkan pulang dengan hasil ditanganku

Bukan karena ambisi atau arogansi semata

Tapi kan ku tunjukkan perjalananku tidak sia-sia

Aku akan bertahan dalam proses sesulit apapun katanya

Lalu aku akan kembali  dengan hasil yang sepantasnya

Melukis Malam

Setiap malam rasanya selalu ingin mengeluh

Mungkin bulan pun jenuh mendengarku

Lelahku hari ini hanya bisa ku sampaikan melalui itu

Hanya kata keluhan yang kuucapkan, bukan berarti pupus harapanku

Bersanding sengan airmata, aku melukis malam dengan lelahku

Kata kata hinaan kutuduhkan pada diriku

Rasanya selalu ingin menyerah, tapi ingat harapan Ibu

Tebing Harapan

Kupandang harapan didepan sana setinggi tebing batu

Tekad membara harus sampai puncaknya

Namun waktu terus mengikisnya sampai akhirnya runtuh semuanya

Linang-linang airmata mengikuti irama keruntuhannya

Jiwapun turut terkubur bersama nya

Kan Ku Bisikkan Pada Semesta

kan kubisikkan pada semesta bagaimana aku menunggu

akan sampai pada ujung semesta prosesku menanti

kan ku kerahkan semua jiwa raga sampai akhir

kan kulepas diri ini dari belenggu kegelapan melalui harapan

semesta akan tau harapanku seluas dirinya

 (Cinthya Sinaga)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *