ILUSTRASI Kumpulan Puisi Hati (FOTO: Pinterest.com)
Sayap Patah
Di sini kuratapi kejadian itu
Entah apa yang merasukimu
Angin berhembus menembus jiwa tanpa hati
Tanpa ragu semua selesai di sini
Tapi pernahkah kamu bertanya tentangku?
Bagaimana keadaan hati ini?
Di mana cinta ini kau buang?
Pernahkah kau jaga kepercayaanku?
Satu persatu kau patahkan mimpiku
Di balik kata manismu kutemukan kehancuran
Tiada harapan
Tersisa air mata
Haruskah kumerasakan hal ini?
Patutkah dunia kusalahkan?
Menepi di balik Sunyi
Satu persatu kini kupahami
Mengapa semua terjadi
Bukan takdir yang pasti
Hanya hati yang benci
Kau pergi tanpa isyarat
Bahkan bumi tiada bukti
Tapi, hati siapa yang bisa dibohongi?
Kupahami langkah demi langkah
Kau menjauh dari mimpi
Tinggalkanku sendiri di sini
Siapa yang harus kusalahkan?
Hati hancur tiada henti
Malam jadi saksi air mata ini
Sepotong Hati yang Terluka
Aku meyusuri malam yang kian kelam
Di bawah bintang bercampur air mata harapan
Cari cahaya hati yang kian redup padam
Tapi tak kunjung hanya air mata harapan
Langkahku kian berat
Hujan deras bercampur air mata keras
Teriak jiwa yang hancur berkeping
Dimakan rayuan berujung sakit
Dia kini terluka
Karena harapan yang tak kunjung kenyataan
Siapa yang harus disalahkan
Patah berkeping hampa tanpa tapi
Aku benci
Tapi dia tak bisa
Hanya sakit dan harap bisa kembali
Bahkan waktu menolak itu semua
Tak Lagi Sama
Dulu kita tertawa bersama
Canda gila tak kenal rasa
Perlahan tumbuh cinta
Harap ada penyegar harapan
Langkah demi langkah kutelusuri
Kau tabur bibit harapan nanpasti
Kubuka hati tuk nanti
Semua mimpi gabung di satu hati
Tapi kini semua berbeda
Siapa yang menyebabkan semua itu
Apa yang telah terjadi di sana
Kau perlahan patahkan sayap itu
Hancur
Hancur
Sungguh hancur
Di mana semua harapan itu?
Kembalikan semua padaku
Tak jadi Satu
Di sini, di bawah rindang pohon ini
Teduh hati lawan terik matahari
Tenang sejuk berhembus angin
Damai hati kian terjadi
Kau duduk di sampingku dengan cinta
Ceritakan semua kisah yang kian satu
Kupadukan semua dalam satu makna
Tuk jadi satu dalam kantong hatimu
Tapi aku salah arti
Kau datang hanya untuk pergi
Tiada rasa bersalah kau maknai
Aku terluka karna sikap hati
Kumerenung di bawah pohon ini
Bukan dengan terik matahari kembali
Hanya air mata bersama bintang
Harapan hancur di makan sakit nan rindang
(Putri Artama)
