Categories Kabar Mahasiswa

Mahasiswa UNIKA St Thomas Ikuti Kegiatan Rise & Speak Kepolisian RI

Foto Bersama Mahasiswa/i dan Dosen Universitas Katolik St Thomas  dengan Satgas Bariskrim Polri di Gelanggang Mahasiswa USU, Rabu (18/06/2025). (FOTO:Ditha Lase)

Kegiatan Rise and Speak merupakan bagian dari kegiatan Kepolisian Negara Republik Indonesia, bertujuan untuk berani bertindak , tidak diam terhadap ketidakadilan, kekerasan atau situasi yang membutuhkan keberanian. Rise and speak ini dilaksana pada hari Rabu, (18/06/2025), pukul 12.00 WIB bertempat di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Kegiatan ini dihadiri dari beberapa universitas yang ada di Kota Medan, seperti Universitas Negeri Medan,Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ,Universitas Prima ,Universitas Katolik St Thomas , Universitas Islam Sumatera Utara, dan Universitas Sumatera Utara. Mahasiswa yang perwakilan dari UNIKA berasal dari fakultas hukum  sebanyak 21 orang, PGSD empat orang, Akuntasi  dua orang,  dan didampingi dua dosen yaitu ibu Ica Sembiring dan pak Parulian Samosir sebagai penanggungjawab.

Rise and speak memiliki slogan “Berani Bicara, selamatkan sesama.” Awal kegiatan ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, dilanjut dengan pembacaan doa, kemudian kata sambutan dari ibu Brigjen Pol.Dr.Nurul Azizah yang berpesan bahwa “Kekerasan berbasis gender kini semakin banyak dan perlu mendapatkan perlindungan yang lebih serius terhadap korban”. Setelah kata sambutan dilanjut dengan pemberian materi dari salah satu dosen dari Universitas Sumatera Utara (USU), beberapa dari satgas bareskrim polri, yang dimana kekerasan baik fisik dan verbal sekarang ini banyak dialami oleh Perempuan dan anak maka dari itu kita jangan takut untuk berbicara guna menyelamatkan sesama. Setelah pemberian materi selesai kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan mereka memberikan dua sesi dan setiap penanya diberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan berjalan dengan lancar dan setelah itu ditutup dengan memebrikan penghargaan atau cendramata kepada pemateri kemudian ditutup dengan foto bersama.

Salah satu mahasiswi Universitas Katolik Santo Thomas yakni Yola, yang turut ikut hadir didalam kegiatan ini mengatakan bahwa “sebagai Perempuan dan anak tidak perlu takut untuk mendapatkan haknya,karena sekarang korban akan dilindungi dan dirawat hingga pulih, sehingga tidak terhalang untuk meraih masa depan,” ungkapnya. (Ditha Lase)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *