ILUSTRASI Kumpulan Puisi Bilah-Bilah Bambu (FOTO: Cici.AI)
Bilah-Bilah Bambu (1)
Paling rapuh namun kuat menembus tanah
Sangat rapuh namun pedih menyayat kulit
Tenang…mengikuti melodi angin yang meriah
Sembari tumbuh tinggi melejit
Batangnya kan bersiul-siul bak pemain suling handal katanya
Membawa ketenangan bagi penghuni rimba
Batangnya bisa menyimpan air hujan yang membasahinya
Menjadi pelepas dahaga bagi yang mampu mencabiknya
Begitulah bilah bambu bekerja
Dipandang rapuh oleh yang tak mengetahuinya
Hingga pada akhirnya…
Seluruh hidupnya bisa menghidupi banyak nyawa
Bilah-Bilah Bambu (2)
Kusayat pisaunya dengan pisauku
Perlahan tapi pasti
Kususun satu persatu
Membentuk karya yang berarti
Aku pengerajin bambu…
Sudah bersahabat dengan pedihnya sayatan
Aku pengerajin bambu
Bilah-bilah bambu akan kusulap menjadi keindahan
Dianyam, diukir, dilukis..
Semua melalui usaha yang pelik
Bahkan tetesan darah pun seperti cat lukis
Hanya demi nilai yang bisa menghidupi
Bilah-Bilah Bambu (3)
Tangannya tajam, membelah ruas bambu,
Karya indah tercipta, penuh seni dan rupa,
Dengan ketukan palu, membentuknya sempurna,
Kain bambu terjalin, kuat dan kokoh tanpa sela.
Pisau tajam membelah, batang bambu yang keras,
Kerja keras tak kenal lelah, menghasilkan hasil,
Anyaman halus tercipta, menghiasi rumah megah,
Kerajinan tangan, membangkitkan rasa bangga.
Dari hutan lebat, bambu dipilih satu-satu,
Suatu keahlian, diwariskan turun-temurun,
Menghasilkan menakjubkan, indah dan menawan tentu saja,
Ketekunan dan kesabaran, menghasilkan karya agung.
(Cinthya Agatha)
