ILUSTRASI Puisi Luka- Seorang pasangan hawa dan adam yang memisahkan diri dan memilih jalannya masing-masing. (FOTO : Pinterest @sadia).
Sayatan Hati
Kau titip luka di senyumku,
janji manismu kini semu,
hatiku retak tanpa ragu,
tertusuk dusta yang kau ramu.
Di kelam malam kuterdiam,
menyusun harap yang tenggelam,
cinta yang utuh kini padam,
tersisa perih tak terelam.
Relung Jiwa
Aku mencoba memahami,
cinta yang datang dan pergi,
mengapa harus sesakit ini,
seolah rindu tak berarti.
Di relung jiwa aku bertanya,
haruskah luka tetap ada,
atau biarkan waktu bekerja,
menyembuhkan dengan bijaksana.
Jadikanku Kidung Setia
Bukan sekadar rindu semu,
bukan kenangan yang berlalu,
aku ingin cinta yang satu,
mengakar kuat dalam waktu.
Jangan singgah bila tak pasti,
aku tak ingin mimpi mati,
jadikan aku yang abadi,
bukan sekadar kisah sunyi.
Melankolia Kalbu
Di balik senyum aku sembunyi,
rindu yang tak kunjung pergi,
memanggil kasih yang dulu dini,
hangat peluk yang telah mati.
Wahai angin bawakan mimpi,
temui ayah dan ibu di sana,
bisikkan rindu di hati ini,
agar mereka tetap terasa.
Luka yang Membisu
Di balik sunyi aku merintih,
menahan luka tanpa terucap,
segala pilu yang kian pedih,
terkubur dalam dada gelap.
Tiada suara, tiada tanya,
hanya rintik yang menemaniku,
mengalirkan duka tanpa makna,
di hati yang letih membisu.
(Maya Aristia Janett Manullang)
