Seluruh anggota Komunitas Santo Alberto melakukan foto bersama di Pusat Spiritualitas Ordo Karmel Komisariat Sumatera (PUSPIKA), Tanjung Pinggir, Pematang Siantar, sebelum kembali ke Medan, Kamis (27/07/2024). (FOTO: HO)
VERITASUNIKA.COM, UNIKA- Komunitas Santo Alberto adakan retreat yang dilaksanakan pada tanggal Senin-Rabu (23-25/7/2024) di Pusat Spiritu,alitas Ordo Karmel Komisariat Sumatera (PUSPIKA), Tanjung Pinggir, Pematang Siantar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan iman kekhatolikan bagi anggota Santo Alberto.
Pemateri dalam kegiatan ini adalah para Pastor Akum O. Carm, Pastor Sonni O. Carm, Pastor Klisna O. Carm dan Pak Paul Sihombing. Kegiatan retreat tersebut menjelaskan materi dengan tema pertama yaitu Duc In Altum yang artinya bertolaklah ke tempat yang lebih dalam, tema kedua yaitu Vivere In Obsequio Jesu Christi yang artinya hidup mengikuti Yesus Kristus, tema ketiga yaitu Flat Voluntas Tua yang artinya terjadilah padaku menurut kehendak-Mu, dan tema keempat tentang cara melakukan meditasi. Adapun kegiatan lain seperti outbond, makan pagi-siang-malam, snack, ibadah meditasi dan refleksi kekeluargaan.
Pada hari pertama dilakukan aktivitas berupa berkumpul di gereja Santa Maria Ratu Resari Tanjung Selamat, pembagian kamar, snack sore lalu dilanjut dengan missa pembukaan kegiatan di kapel dan pembekalan materi pada tema pertama yang dibawakan langsung oleh Pastor Akum O.Carm. Setelah itu dilanjut makan malam, ice breaking dan lanjutan kembali untuk tema kedua. Pada hari kedua, dilakukan aktivitas berupa bangun pagi, missa pagi, makan (pagi, siang, malam), snack, ice breaking, materi spiritualitas tema kedua, yang dibawakan langsung oleh Pastor Sonni O.Carm, dan tema ketiga oleh Pastor Klisna O.Carm, makrab dan istirahat. Selanjutnya pada hari ketiga dilakukan kegiatan seperti bangun pagi, missa pagi, snack pagi, mendengarkan materi keempat yang dibawakan langsung oleh Pak Paul Sihombing makan pagi, siang dan membersihkan kamar serta merapikan barang-barang untuk pulang.
Pastor Sonni O. Carm selaku salah saru pemateri berharap seluruh anggota Komunitas Santo Alberto dapat selalu berpegang pada Tuhan dan hanya percaya Tuhan Yesus Kristus. “Dalam kegiatan retreat ini, dengan berbagai tema yang kita buat dapat memberi pesan atau makna bagi kita untuk selalu berusaha dan percaya pada Tuhan, karena Tuhan akan selalu ikut campur atas apa yang kita lakukan sehingga kita diharapkan dapat bersyukur untuk menandakan ada sukacita dalam diri kita, dan keikhlasan aras apa yang telah terjadi dan akan terjadi kita,” katanya.
“Selama retreat, kami diberikan pencerahan akan banyak hal. Disana, saya tersadar bahwa Tuhan benar-benar menyertai anaknya dalam segala hal. Disana, saya dapat bertemu dengan teman-teman yang beberapa tidak pernah saya lihat sebelumnya. Ternyata, mereka sungguh baik dan mudah bergaul sehingga saya merasa nyaman. Serta retret ini mengajarkan saya untuk menghargai orang lain, saling melayani, bergaul, dan memberi saya kesempatan untuk sejenak bebas dari hiruk pikuk kehidupan. Selain itu, kekompakan, kebersamaan, dan koordinasi terus dikembangkan melalui games dan outbond. Banyak termotivasi dengan apa yang disampaikan pastor, dan pembicara lainnya,” ujar Melly Saragih mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang merupakan salah satu anggota Komunitas Santo Alberto kepada VERITASUNIKA.COM, Kamis (25/07/2024).
(Maya Aristia Janett Manullang)
