ILUSTRASI Puisi “Aku dan Pikiranku”. (FOTO: Pixbay.com)
Diselimuti kebingungan
Bingung dengan arah perahu ini berlayar
Akankah berlabuh dengan benar
Atau akankah perahu ini selamanya berlayar
Terlalu besar ombak yang akan dilalui di depan sana
Ingin rasanya aku melompat saja
Ingin merasakan ketenangan lautan bebas
Walaupun pada akhirnya nafas menjadi taruhannya
Ingin Memutar Waktu
Jika diberikan kesempatan untuk meminta
Aku akan meminta perputaran waktu kepada sang pencipta
Kebodohanku membawaku ke jurang yang Sangat dalam
Kini ku harus mencari jalan pulang
Walaupun harus dengan menyiksa raga dan batin ini
Menikmati Rasa Sakit
Duri-duri kecil itu kini semakin dalam menuju lubuk hatiku
Tapi ku tak bisa berkutik karena duri besar itu mengelilingiku
Sepertinya aku harus menikmati luka ini
Membiasakan diri untuk bersahabat dengan kesakitan ini
Berharap di suatu waktu sang penyelamat datang mencabut duri-duri ini
(Natalia Ginting)
