Categories Cerpen Lainnya Rehat

Menyerah Bukan Pilihan

Ilustrasi Perjuangan (Foto: Anisa Sihite)

NAMAKU Clara, panggil saja saya Raa. saat ini saya duduk dibangku kuliah,  setiap hari saya Selalu menghabiskan waktu untuk kuliah dan mengikuti orrganisasi, saya selalu tekad pada Diriku sendiri bahwa aku harus bisa mengikuti lomba_ lomba dan harus bisa menjadi siswa Yang berprestasi, saya selalu berfikir begitu. Namun ada satu hal yang belum bisa kuubah dalam Diriku yaitu rasa insecure atau tidak percaya diri.

Seperti biasa di jam istirahat aku dan teman sekelasku Ika pergi ke kantin sambil mengobrol Perihal lomba puisi, yang akan dilaksanakan semiggu lagi

“Raa,, kamu sudah siap siap untuk lomba itu, ? “  tanya Ika

“Iya Ika saya udah mempersiapkan diri akan hal itu, saya yakin dengan usaha yang maksimal Kita pasti juara, ” ujarku

“ Mudah_mudahan saya juga berharap begitu, ” jawab Ika

Kami sangat yakin terhadap usaha yang kami lakukan.

Seminggu kemudian hari lomba pun tiba, Saya dan Ika sangat greget akan hal itu .kami siap Siap mengikuti lomba, sebelum giliran saya,  saya melihat Peserta yang ikut lomba sangatlah Menarik, saya menjadi takut kalah saing, saya khawatir saya tidak memenangkan lomba ini.”Semua Orang akan senang bukannn jika menang lomba, “ Ujar saya dalam hati

Diwaktu  maju saya sangat semangat dan saya merasa bahwa puisi yang saya bawakan sudah Bagus dan caraku menyampaikannya sudah nyaring.

Selama kegiatan itu berlangsung tibalah saatnya pengumuman yang juara oleh Panitia

“Juara 3 diraih oleh INTANNNNN…..”

“Juara 2 diraih oleh SEPTIIII…..” dannnn

“Juara 1 diraih oleh IKAAAAA…”

“Selamat buat Saudara yang mendapat juara dan untuk yang belum dapat juara jangan patah Semangat ya nakk dan tetap berusaha”

Aku sangat kecewa akan hal itu ,namun saya juga senang karena kawan saya yang bernama Ika dapat juara tapi saya merasa iri, karena aku sudah sangat berusaha  akan hal ini namun Hasilnya sia sia.

Saya mulai bermalas malasan dan tidak belajar, saya jadi sering rebahan, main hp, scroll tiktok, dan saya juga sesekali mngerjai tugas kuliah saja, tidak belajar mengenai perlombaan itu karena Saya yakin tidak akan ada lagi lomba, dan jika adapun saya mungkin tidak menang. Saya Menjadi sering mengabaikan pelajaran pelajaran tentang kepenulisan itu bahkan saya mulai Tidak peduli dan bosan tentang itu. Tapi semenjak saat itu saya menyadari satu hal

Bahwa jika saya begitu trus saya akan menjadi bodoh, dan saya tidak mendapat apa_apa, tetapi Jika saya selalu belajar dan belajar saya mendapatkan pengetahuan meski tidak mendapat juara

Dan beberapa hari kemudian, saya mendengar informasi bahwa bakal ada  lagi lomba ,tapi saya sudah takut untuk mencoba, saya diselimuti dengan rasa takut dan insecure. Saya menjadi sering nangis dan overthinking, semenjak kekalahan itu saya menjadi tidak percaya diri  namun ada saja orang _ orang yang selalu support saya walaupun dalam keadaan sedih terutama kluarga dan kawan kawan saya dan suatu hari saya jalan ke kamar mandi dan tiba tiba Kaka Kating menepuk bahu saya dan berkata “ Raa..coba deh ikut lomba ini saya yakin kamu bisa soal menang kalah itu urusan belakang, “ katanya

“Tapi saya takut kak,” ucapku

“Coba aja dulu jangan pikirkan soal kalah menang hal  biasa jangan menyerah luangkan waktu Yang ada sebelum lomba,” ucap Kaka Tingkat.dan saya hanya mengangguk saja, Saya sempat Menolak  dan saya masih takut mencoba karena kekalahan sebelumnya saya masih berfikir Beberapa kali untuk mengiuti lomba ini namun pada saat saya menscroll tiktok saya membaca Sebuah motivasi yang isi nya begini “jangan pernah menyerah. Kegagalan adalah hanya Kesempatan untuk mencoba lagi dengan lebih baik.”

Sayapun berfikir soal itu bahwa kegagalan adalah kesempatan kita untuk menjadi lebih baik Dan kegagalan adalah proses kita untuk meraih sesuatu, saya menanamkan itu menjadi Motivasi Saya, dan saya mulai berani mencoba lomba itu dengan semangat yang membara tapi saya Berusaha tanpa berharap lebih untuk juara, akupun mulai giat belajar menyusun kata- kata Puisi itu dengan kata khiasan yang indah, dan saya belajar didepan kaca supaya saya bisa Melihat Apakah ekspresi ku sudah bagus dalam menyucapkan puisi itu.

Selang beberapa hari tibalah saatnya lomba tersebut, seperti biasa aku sangat deg degan

“Aduhhhhhh.. Aku bakal bisa ngak yaa,” ucapku dalam hati sambil meyakinkan diri.dan tibalah Giliranku maju kedepan, saya sangat bersemangat dan saya sangat mengikuti dan menghayati Setiap kata yang saya ucapkan. Setelah saya siap semua Orang tepuk tangan dan saya sangat Senang.

Tibalah saatnya Panitia mengumumkan juara juara lomba puisi, saya tidak berharap besar saya Akan dapat juara itu…

“Juara 3 diraih oleh BETIIIIIII…”

“Juara 2 diraih oleh MARIAAA…” dannn…..

“Juara 1 diraih olehhh CLARAAAAA……”

Saya tidak nyangka aku bakal dapat juara 1, saya sangat senang dengan hal itu, saya menangis Bahagia dan  dengan kekalahan saya kemaren, saya belajar bahwa tidak selamanya kita kalah Dan tidak selamanya juga kita menang, Namun jika kita selalu berusaha apapun bisa kita raih. Dari pengalaman itu saya belajar bahwa “MENYERAH BUKANLAH PIIHAN” Mari kita Bangkit untuk mencapai prestasi dan memenangkan lomba dengan rasa semangat dan percaya diri. Hilangkan rasa insecure. (Anisa Sihite)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *