ILUSTRASI Cerpen “Langkah Yang Baik dibalik Harapan Yang Pupus”
Nala adalah seorang anak yang rajin belajar dan sangat ambisius. Sejak kecil, ia selalu bermimpi untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Negeri ternama di Indonesia, sebut saja Universitas Nasional. Selama bertahun-tahun, Nala belajar keras dan mengikuti berbagai bimbingan belajar demi mewujudkan impiannya menjadi seorang Dokter yang hebat. Keinginan ini tumbuh dari pengalaman pahit kehilangan ayahnya yang terkena sakit jantung namun tidak mendapatkan perawatan yang memadai di desa mereka.
Ketika hasil seleksi nasional diumumkan, Nala tidak berhasil diterima di Universitas Nasional. Hatinya hancur dan ia merasa sangat kecewa. Dengan dukungan keluarganya, Nala memutuskan untuk melanjutkan studinya di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di daerahnya dan memilih jurusan yang lain, karena PTS tersebut tidak memiliki Fakultas Kedokteran. Hari pertama Nala sebagai mahasiswa di PTS tersebut, ia masih memikirkan Universitas Nasional yang telah menjadi impiannya selama bertahun-tahun.
Sampai berbulan-bulan Nala masih sering menangisi harapannya yang telah pupus itu. Sampai suatu ketika ia mulai bertekad untuk fokus pada tujuannya yaitu, meraih pendidikan terbaik dan dapat membanggakan keluarga meskipun jurusan yang ia pilih saat itu sudah berbeda dengan sebelumnya. Nala mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan di kampus. Ia bergabung dengan organisasi mahasiswa, mengikuti seminar, mengikuti lomba-lomba dan mengambil banyak kepanitiaan dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh kampus. Perlahan, Nala mulai merasakan kenyamanan dan menemukan banyak teman yang mendukungnya.
Nala mulai mengembangkan potensinya di PTS tersebut, ia aktif di kelas dan juga mendapat nilai yang bagus. Di tempat itu juga, ia bergabung dengan sebuah komunitas yang ia jadikan tempat untuk mengembangkan bakatnya yang suka menulis. Setelah beberapa bulan berada di dalam wadah yang positif itu, Nala mendapat prestasi sebagai peraih 10 besar Lomba Menulis Nasional. Nala pun semakin bersemangat dan terus mencoba mengikuti lomba-lomba sampai akhirnya Nala berhasil meraih prestasi-prestasi lainnya dari lomba-lomba menulis yang ia ikuti. Selain sering mengikuti lomba, Nala juga aktif di komunitas tersebut dan mendapat kesempatan untuk menjadi pengurus mulai dari koordinator sampai terpilih menjadi ketua.
Dibandingkan dengan pencapaian orang lain, memang apa yang telah dicapai oleh Nala belum seberapa. Namun, ia sangat bangga pada dirinya karena telah berhasil melawan rasa kecewa dan selalu berusaha melakukan hal-hal yang positif. Melalui pengalaman-pengalaman yang ia temukan di PTS tersebut ia akhirnya menyadari bahwa selalu ada alasan mengapa seseorang diberi jatah gagal oleh Sang Pencipta. Kegagalan tersebut membawanya pada perjalanan yang penuh pembelajaran dan kesempatan baru dan kini ia percaya bahwa di balik harapan yang pupus selalu ada peluang yang jauh lebih baik.
Tahun demi tahun berlalu dan akhirnya Nala berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan tepat waktu dan nilai yang memuaskan. Untuk perjalanan selanjutnya, Nala tetap semangat berjalan dengan keteguhan dan sisa-sisa keberanian yang ada. Nala selalu memiliki mimpi dan harapan yang baru, tapi kali ini ia menyisihkan ruang ikhlas di hatinya untuk setiap kegagalan yang akan ia temui di masa depan karena ia percaya selalu ada langkah dan hal yang baik di balik setiap harapan yang pupus. (Valentina Br Ginting)
