FOTO Sapna Welindah Nainggolan saat berada ditengah Danau Lau Kawar dengan latar belakang Gunung Sinabung pada Minggu (07/04/2024). (FOTO: HO)
VERITASUNIKA.COM. KARO – Sumatera Utara merupakan salah satu destinasi wisata unggul di Indonesia yang penuh keunikan dan keindahan alam tersendiri. Hal ini menjadi destinasi menakjubkan bagi banyak orang, tak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Salah satunya adalah Danau Lau Kawar yang berada di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Kecamatan Naman Teran.
Letaknya Danau Lau Kawar berada di bawah kaki gunung berapi Sinabung. Dikelilingi oleh berbagai hutan tropis dan pegunungan yang tak kalahindahnya. Lau Kawar yang menjadi Danau satu-satunya di dataran tinggi Karo. Tak sangka ditengah-tengah bengisnya erupsi Gunung sinabung, justru menambah keindahan alam yang sangat menakjubkan hingga mengagetkan masyarakat. Terjadi oleh altivitas alam sendiri terbentuklah danau sungai mati dikaki gunung.
Destinasi ini tidak kalah menawan dari Danau Toba, terlebih dahulu menjadi tempat beristirahat para pendaki sebelum naik ke puncak Gunung Sinabung. Kita sebagai warga Indonesia wajib berbangga hati karena dianugrahi berbagai pesona keindahan, pula wajib menjaga dan melestarikan keindahan ini.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari https://www.pariwisatasumut.net/2019/11/danau-lau-kawar.html pada (26/11/2019), Keberadaan lau Kawar disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi diduga kuat masih berhubungan dengan patahan garis gunung Toba ribuan tahun silam. Sedangkan berdasarkan cerita rakyat atau legenda yang dikisahkan ulang oleh pengelola kepada tim pariwisatasumut.net, danau ini terbentuk karena sumpah seorang nenek yang menganggap durhaka anak dan cucunya lantaran diberi sisa-sisa makanan. Legenda itu masih tersimpan di balik danau Laut Kawar beberapa pengunjung mengakui pernah melihat penampakan di atas danaunya namun banyak juga yang tidak percaya dan menyangga sama seperti ketika kami ke sana tidak ada hal aneh yang terjadi mungkin mereka melihat itu hanya bumbu-bumbu cerita semata.
Pesona Wisata
Pemandangan alam dari Lau Kawar merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan, tempat ini menjadi wisata andalan bagi pecinta alam. Kejernihan air yang cenderung berwarna hijau dari pada biru jadi pembeda dengan danau lain. Banyak orang-orang yang mengunjunginya tidak cukup menikmati dengan waktu satu hari saja. Dibarengi dengan lahan seluas 3 Ha yang terdapat di pinggir danau dijadikan tempat strategis untuk melakukan berbagai aktivitas pecinta alam seperti, berkemah dan sebagainya.
Berada tepat di kaki Gunung Sinabung, buat pengunjung bebas menikmati keindahan danau serta Gunung Sinabung tanpa repot pergi ke gunungnya langsung. Dikelilingi Pegunungan yang hijau dan luas membangun ketenangan yang segar serta sunyi jauh dari polusi.
Danau ini secara langsung menciptakan spot foto alami yang luar bisa indahnya ditambah dengan spot foto buatan yang disediakan oleh pihak pengelola tidak kalah menarik, pemandangan danau dengan kehijauan gunung-gunung disekitarnya sebagai latar belakang foto, tentu saja hal ini menjadi daya tarik pengunjung untuk meramaikan wisata ini, tidak jarang orang-orang menjadikan tempat ini sebagi konsep alam dengan dekorasi tambahan untuk prewedding.
Tempat ini mendukung kegiatan-kegiatan menarik untuk banyak orang bahkan teruntuk para pecinta alam seperti, berkemah area ini sangat cocok sebagai tempat camping. Berada dilereng Gunung Sinabung, mendukung pengunjung untuk melakukan hobinya ke wisata alam. Pengunjung boleh menggunakan tenda masing-masing yang mana hanya akan menyewa lapak untuk mendirikan tenda, namun pihak pengelola wisata tersebut juga telah menyediakan banyak tenda berabagi macam pilihan tenda sesuai posisi lapak yang tersedia, sehingga dapat dipilih langsung dan dinikmati para penggunjung tanpa repot-repot membawa dan mendirikan tenda.
Memancing juga menjadi salah satu hobi orang-orang yang dapat dilakukan di area Danau Lau Kawar. Didukung dari banyaknya ikan yang hidup diperairan Danau Lau Kawar, juga salah satu daya tarik yang disuguhkan, buat banyak orang untuk melakukannya saat berlibur, sambil menikmati sejuknya cuaca dan indahnya alam. Setelah memencing anada dapat langsung mengolah tangkapan anda sendiri untuk disantap atau meminta rumah makan disekitar untuk mengolah pancingan, dengan begitu dapat pula menikmati kuliner khas buatan masyarakat setempat.
Kita juga dapat langsung menikmati keindahan ditengah Danau Lau Kawar langsung dengan menyewa perahu dan menggunakan pelampung yang disediakan pihak pengelola.
Fasilitas yang sangat lengkap buat orang nyaman, hingga satu hari berlibur saja kurang, dari beragam pesona wisata dan fasilitas tersedia yang dipaparkan diatas, selain perahu, peralatan mendaki/berkemah atau peralatan yang sengaja disediakan demi kenyamanana penggunjung, banyak pula fasilitas pendukung yang dapat dinikmati seperti toilet, lahan parkir, colokan listrik menempel dibanyak pohon, dan sebagainya.
Akses Mudah hingga Tiket Murah
Akses menuju danau ini sangat mudah. Dari pusat kota Medan, nantinya akan melewati Kota Berastagi. Menempuh jarak kurang lebih 70 kilometer, memakan waktu hampir 3 jam, menuju persimpangan setelah melewati Berastagi. Dipersimpangan akan mendapati informasi jika tujuan yakni Lau Kawar, perlu menempuh jarak 27 kilometr lagi.
Setelah persimpangan yang memberi informasi tersebut, selanjutnya perjalanan hanya mengikuti jalan utama yang ditemui. Jalan itulah yang menuntun untuk sampai ke lokasi danau ini. Sepanjang jalan juga akan disuguhkan dengan keindahan yang asri.
Untuk menikmati pemandangan yang indah ini, tentu penggunjung dikenakan biaya atau ktiket masuk. Biaya ini sudah pasti tidak berbeda jauh dengan tempat wisata pada umumnya. Biaya ini juga digunakan untuk perbaikan dan pengembangan wisata.
Penulis baru-baru ini berkunjung mengeluarkan biaya yang berlaku saat ini untuk bisa memasuki area danau adalah sebesar Rp 10.000.00 per orang. Dari serangkaian keunikan yang dimiliki Danau Lau Kawar yang dilengkapi dengan sejarah, pesona menarik, dan akses mudah, menjadikanya danau ini sebagai destinasi wisata yang sangat menarik banyak wisatawan untuk berkunjung serta melestarikan alam Indonesia.
(Sapna Nainggolan)
