Categories Cerpen Rehat

Bersyukur adalah awal kebahagiaan

ILUSTRASI Cerpen Bersyukur Adalah Awal Kebahagiaan (FOTO: Pinterest.com)

Disuatu hari, dipagi buta, dunia sedang merasa sepi karena banyak orang-orang yang sudah mulai beristirahat dari aktivitasnya. Beberapa rumah sudah tidak memancarkan lampu dan membuka pintu rumah mereka karena hari kian hari makin larut.

Namun begitu disana terpancar satu rumah pada lantai dua yang terlihat ada wanita yang tampangnya lugu sedang duduk di jendela kamarnya tersebut sambil menatap bintang-bintang indah yang melintang-

Jam dinding sudah mengarah pukul 00.00 wib, di barisan tanggal kelender juga sudah menunjuk di tanggal 28 Mei. Di kalender pada tanggal itu juga tertera pula coretan lingkaran merah seakan hari itu adalah hari penting.

“Selamat ulang tahun Aristia, ditahun ini adalah hari terakhirmu berumur sebelasan. Hari ini aku berumur sudah genap berumur 20 tahun”, ucap Aristia dalam gumamnya sambil menyisir rambut pendeknya di jendela lamarnya tersebut.

“Ting…”suara notifikasi handphonenya berbunyi. Aristia dengan segera mengambil handphonenya dari samping tempat tidurnya. “Aku kira ada orang yang mengucap selamat ulang tahun kepadaku, kapan yah aku bias mendapatkan notifikasi ucapan selamat ulang tahun tepat pada pagi ini, aku rasa juga tidak ada yang perduli jika aku ulang tahun, tidak ada yang excited jika tahu aku sedang ulang tahun, hari ulang tahun sama saja dengan hari biasa bagiku ‘tidak ada yang spesial’ kapan yah aku bisa dirayakan layaknya orang-orang diluar sana”, ucap Aristia dengan nada kecewa dan wajah semrawut.

“Huuu…lebih baik aku tidur saja, tapi Terima kasih Tuhan aku bersyukur masih kuat sampai saat ini”, tutur Aristia dengan bersyukur sambil berbaring dan menaikkan selimutnya menutupi wajahnya dan memeluk boneka beruang coklatnya yang ia beri nama Teddy.

***

“SELAMAT ULANG TAHUN…SELAMAT ULANG TAHUN…” suara bising jam dinding kesukaanya. Matahari menyinari mata Aristia sehingga ia terbangun dari ranjang tidurnya dengan perlahan. Pikiran dia masih kosong saat itu, wajar saja dia harus mengumpulkan energinya karena baru saja bangun tidur. Aristiapun menggapai tangannya hendak mengambil telepon genggam miliknya.

“Hah… panggilan telepon tak terjawab? Siapa ini?” ucap Aristia dengan nada terheran dengan ‘pencintamu’  sebagai nama pengguna telepon yang menelpon dia sejak dari semalam.

Matahari sudah mulai tidak malu memunculkan tubuh dan sinarnya, Aristiapun segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Sepanjang jalan orang –orang tampak ramah menyapa ia dengan berbagai sapaan disertai lemparan senyum tulus.

“ Hallo cantik, selamat ulang tahun yaaa tetap jadi Aristia yang aku kenal yaa”, sapa Lika salah satu teman baiknya Aristia. Orang-orang sekelas Aristia juga bertuntunan melontarkan kata selamat ulang tahun kepada Aristia.

Seusai pulang kelas Aristia serta kawannya singgah di suatu tempat makan. Aristia memegang telepon genggamnya dan membuka reels instagramnya saat menunggu pesanan makanan orang itu. Saat ia melihat video pendek atau reels fitur instagram, dia melihat sepintas video yang isinya bertuliskan kata-kata ‘Selagi kamu masih bisa melakukannya untuk apa kamu menunggu’. Seusai Aristia sudah melakukan aktivitas bersama dengan teman-temannya, ia berjalan pulang menuju jalan pulang ke kostnya.

“Aduh jalan macet sekali, udah cuacanya panas sekali”, keluh Aristia di tengah jalan pulang.

“ Bagi Tuhan tak ada yang mustahil, bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin…”, terdengar dari suara anak- anak yang mengamen di jalan pulang Aristia tersebut.

“ Kasihan sekali anak-anak itu sekarang jam sekolah tapi mereka sudah mengamen”, ketus Aristia dengan prihatin, ia merasa bersyukur pula dengan apa yang ia dapat sampai saat ini. Akhirnya diapun tahu bahwa jika kita mengeluh kurang cukup, ternyata masih banyak orang orang yang belum berkecukupan namun mereka masih bisa berusaha untuk bersyukur.

Sesampai di kost, Aristia membuat kembali telepon genggamnya sambul berbaring di tempat tidurnya.

“Tut…tut…tut…” suara alarm yang muncul dari telepon genggam milik Aristia, Aristiapun terbangun dari ranjangnya dan buka telepon genggamnya dan kaget ketika melihat telepon genggamnya terpampang  jam masih menunjuk pukul 06.15 wib dan di telepon genggamnya masih tertera tangal 28 Mei.

“ Apaaa…. Jadi yang ucapin aku selamat ulang tahun kemarin itu mimpi yah..?”, sontak Aristia dengan nada jaget dan heran.

Namun dengan kejadian yang diluar dugaanya yang ia rasakan serasa nyata, ia merasa bahwa ia harus bersyukur tentang apa ia punya maka ia akan mendapat hal yang membahagiakan. Akhirnya Aristia bersiap-siap pergi ke kampus an ia merasakan hal yang baik pada hari itu, dimana banyak orang-orang yang mengucap ulang tahun kepadanya bahkan ada yang memberikan ia kejutan oleh teman-temannya serta ia juga membelibunga untuk diri sendiri, ia sudah paham dengan mimpnya menegenai orang yang menelepon ia berkali-kali ‘pencintamu’ adalah dirinya sendiri.

Akhirnya ia merasa bahwa di hari ulang tahunnya adalah hari yang paling baik dimana ia mulai belajar bersyukur, serta dari ia belajar bersyukur aka nada hal-hal baik yang akan dating padanya, intinya kita juga harus mencibtai dan menerima segala kekurangan kita sendiri. (Maya Janet)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *