FORMASI penutup tarian oleh para penari tarian kolosal saat acara hiburan Perayaan Syukuran Natal dan Tahun Baru Universitas Katolik Santo Thomas di Pardede Hall Medan, pada Rabu (17/1/2024). (FOTO: NATALIA AGRINA GINTING)
VERITASUNIKA.COM, MEDAN – Sejumlah mahasiswa/i Unika Santo Thomas menampilkan tari kolosal etnis dalam Perayaan Syukuran Natal dan Tahun Baru Universitas Katolik Santo Thomas yang dilaksanakan Rabu (17/1/2024) di Pardede Hall, Jalan TD Pardede, Petisah Hulu, Medan Baru. Penampilan tari kolosal etnis ini diinisiasi oleh Panitia Perayaan Syukuran Natal dan Tahun Baru Universitas Katolik Santo Thomas dengan tujuan memeriahkan acara sekaligus mengenalkan indahnya keberagaman bangsa Indonesia. Adapun jumlah mahasiswa/i yang ikut dalam kelompok penari ini berjumlah 40 orang. Dengan jumlah yang tidak sedikit ini, mereka membutuhkan latihan yang sangat ekstra. Panitia memfasilitasi pelatih untuk para penari yakni Bapak Matius dan rekan-rekannya. Waktu latihan yang mereka laksanakan kurang lebih 10 pertemuan di mana lima hari diantaranya berupa pengenalan gerak dengan anggota yang kurang lengkap dan lima hari latihan secara keseluruhan, yakni gerak serta formasi dengan anggota yang lengkap. Pelatih tari kolosal etnis, Bapak Matius mengatakan, dirinya tidak merasa khawatir dengan waktu latihan yang minim ini karena sudah dapat memperkirakan bagaimana penampilan para penari nantinya. “Saya percaya pada proses dengan melihat bagaimana proses mereka latihan mereka yang sangat ekstra bahkan ada beberapa penarri yang menitikkan air mata pada saat latihan. Dengan melihat hasil akhir dari latihan terakhir atau saat gladi resik saya sudah merasa aman,” kata Matius kepada
VERITASUNIKA.COM, Rabu (17/1/2024). Dengan kurun waktu latihan yang sedikit namun sangat ekstra, kata Matius, para penari berhasil tampil dan mendapat apresiasi yang luar biasa dari para mahasiswa, dosen, tendik dan tamu undangan lainnya. Seorang peserta acara Perayaan Syukuran Natal dan Tahun Baru Universitas Katolik Santo Thomas yang merupakan mahasiswa FEB, Feronika br Bangun mengatakan, penampilan tarian kolosal etnis sangat menarik dan luar biasa. “Penampilan penari etnis pada acara syukuran Natal dan Tahun Baru Unika Santo Thomas sangat luar biasa di mana mereka menampilkan tarian dari berbagai daerah. Seperti yang kita ketahui, zaman sekarang ini sangat sedikit anak muda untuk tertarik mengenal lebih dalam budaya dan tarian daerah. Dengan penampilan mereka, tidak sedikit menarik perhatian anak muda untuk mengenal ciri khas baju dan tarian adat dari beberapa daerah di Indonesia” terang Feronika. Mahassiwa FEB lainnya, Erika Bagariang juga merasa menarik karena melalui tarian itu dia semakin bangga dengan keberagaman bangsa Indonesia. “Mereka menari dengan sangat bagus dan dengan perpaduan tari-tarian daerah yang berbeda-beda itu sangat menarik bagi saya pribadi,” tegas Erika. Sementara itu, Rendi Sembiring yang merupakan salah satu penari yang mengenakan baju adat suku Papua merasa sangat senang dapat menjadi salah satu penari etnis dan berharap tari kolosal etnis ini dapat ditampilkan kembali pada acara universitas lainnya. “Saya senang sekali bisa terpilih sebagai salah satu penari di mana, tarian etnis ini memiliki kesan tersendiri di setiap gerakannya. Semoga tarian etnis ini tetap ditampilkan dan dipertahankan setiap ada acara yang diselenggarakan Unika,” kata Rendi. (Natalia Agrina Ginting)
