Buat Mama
Hai ma… Ini putrimu
Terukir indah rindu untukmu Lama tak jumpa denganmu
Harap bisa melihat tawamu Hanpa tanpa bayangmu
Rajutan cerita terlilit berantakan
Tak ada tempat tuk perbaiki
Lukisan tak berwarna kian usang
Berbau bebu Segenap usaha
Tuk gapai mimpi di masa depan
Tak lain untuk dirimu Ma rindu…..
Natal Tanpa Bintang
Kemana aku melangkah
Lupa aku arah pulang
Gelap di bawah penerang
Tak tahu aku dimana
Termenung di balik pintu
Mengenang kisa lampau
Yang tak kunjung terulang
Dimana….
Menanti ketukan pintu
Hingga diri berlari membuka pintu
Gelap gulita menyelimuti
Malam natal menghampiri
Mencari bintang tuk penerang
Sampai hiasan diaatas pohon
Tak ada
Telah hilang
Tak kembali
Kini tetap menunggu walau hanya sekedar mimpi
Luka Desember
Desember…
Kau runtutan 31 angka
Di nanti segenap orang
Penantian hal yang baru
Namun…
Mengapa satu angkamu
Melukai batin
Kian membekas seumur hidup
Adakah salahku
Adakah jahatku?
Begitu burukah aku
Sampai kau tega!
Sakit aku tak dapat maafkanmu
Dulu bulan yang paling di nanti
Kini menjadi
Bulan harap cepat berlalu
Hadiah Kecil Mama
Kesayanganku…
Cintaku…
Hidupku…
Bintangku…
Bahagia selalu mama
Doa indah ini
Jadi hadiah kecil mama
Seluh hidupku menjadi maknanya
Aku Tahu Mama Ada
Aku tahu mama ada saat diri ini sedih
Aku tahu mama ada saat diri ini terluka
Aku tahu mama ada saat diri ini bingung
Aku tahu mama ada saat diri ini bimbang
Aku tahu mama ada saat diri ini hilang arah
Aku tahu mama ada saat diri ini berusaha menjadi manusia baik
Sakit Tanpamu
Pupus harapan
Saat tahu
Kamu pergi
Tanpa sepatah kata
Caramu menyelimuti mimpi kita dimasa depan
Namun yakin bisa melewatai walau bersama bayangmu Mama.
(Sapna Welindah Nainggolan)
