Foto bersama peserta kelompok Tongkonan Mgr. Jhon Liku-Ada’ di Sa’pak Bayobayo, Toraja pada Jumat (10/11/2023) Foto: HO
VERITASUNIKA.COM, MEDAN – Universitas Katolik Santo Thomas ikut serta dalam kegiatan Intercultural Student Camp (ISC) Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) batch VII pada tanggal 8-12 November 2023 di Sappak Bayo-bayo, Makassar-Toraja, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai kegiatan tahunan yang di selenggarakan oleh APTIK setiap tahunnya, sekaligus menambah pengetahuan dan pengelaman mahasiswa dan dosen dalam hal keberagaman budaya Indonesia terkhususnya mengenal budaya dan kearifan lokal di Toraja. Adapun tema dari kegiatan ini adalah “Memelihara Budaya, Keberagaman, dan Kearifan Lokal.”
Kegiatan ISC tahun 2023 ini dilaksanakan oleh Universitas Atmajaya Makassar. Kegiatan yang dilaksanakan adalah materi wawasan seputar budaya dan kearifan lokal serta perkembangan teknologi. Selain materi, pada kegiatan ini juga dilakukan live-in bersama masyarakat sekitar Sappak Bayo-bayo, Toraja dan tour ke Burake, mengunjungi wisata berbasis spritual yakni, Patung Tuhan Yesus Memberkati dan ke Ke’Te Kesu’ Toraja Utara mengunjungi wisata berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dihadiri oleh 89 mahasiswa, 23 Wakil Rektor dan pejabat ISC, serta 20 Dosen pendamping dari 22 Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Universitas Katolik Santo Thomas mengirim tiga perwakilan mahasiswa yaitu Natalia Agrina Br Ginting fakultas Ekonomi dan Bisnis, Danianto Yunius Sinaga Fakultas Hukum, dan Aldyan Okuli Alberdsius Sidabungke Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Danianto yang merupakan perwakilan mahasiswa dari Fakultas Hukum mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat berdampak positif baginya, ia juga mengatakan bahwa acara tersebut banyak menambah wawasannya. Keberagaman budaya dan kearifan lokal adalah harta dari Negara kita yang sangat mahal dan tidak dapat di saingin Negara mana pun. Terkhusus untuk Tanah Toraja dimana di daerah tersebut masih melekat adat istiadatnya. Sehingga banyak pelajaran yang bisa diambil. Kita sebagai manusia harus saling menghargai satu sama lain. Terimakasih Tanah Toraja Keindahan kotamu sangat sulit untuk aku lupakan.
“Saya sangat merasa kegiatan ini positif dan menambah pengalaman saya. Semoga di tahun yang akan datang, kegiatan tersebut semakin meningkatkan kreativitas dari setiap mahasiswa dari seluruh penjuru di Indonesia hingga tidak lupa akan adat istiadatnya. Untuk acara juga, semoga kedepannya semakin banyak pemateri yang di undang agar kami para mahasiswa menuai banyak pengetahuan dan ilmu yang diberikan Horas,” katanya kepada VERITAS UNIKA.COM, Minggu (19/10/2023).
“Saya merasa bersyukur dapat ikut dalam kegiatan Intercultural Student Camp ini karena banyak pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan, untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap keberagaman bangsa ini. Pesan saya semoga tahun depan Universitas Katolik Santo Thomas mengirim lebih banyak mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Natalia salah satu perwakilan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis juga salah satu anggota Komunitas Veritas. (Sapna Welindah Nainggolan)
