Puisi tentang kehidupan (Pixabay.com)
Lihatlah di Pertengahan Lautan Itu
Lihatlah….
Di pertengahan lautan itu ada seorang individu
yang terombang ambing di lautan luas yang tak berkesudahan
Diminta untuk menapaki tepi lautan terakhir
Namun, tangannya terasa rapuh untuk mengayuh sampan
Lihatlah….
Di sana ia berteman pada sunyinya sepi
Menghapus asa di hati
Merintih akan rasa yang tak jua terobati
Di sana ada cerita yang diselimuti ekspektasi
yang akhirnya diminta untuk sadar diri
Lihatlah….
Ia tak mencaci takdir
Ia juga tak mengubur mimpi
Ia hanya bertanya pada lamunanya
Mungkinkah menemukan pelangi?
Meski sementara hanya berjalan tanpa hasrat kembali
Sembari meratapi nasib yang menggiringi
(Josua Sirait)
