Cara Mencari Sumber Refensi Karya Tulis Ilmiah (FOTO: DOK PIXABAY.COM)
UNIKA, VERITASUNIKA.COM – Karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang membahas suatu fenomena, ide, dan gagasan secara ilmiah yang didukung fakta, data, dan penelitian. Karya tulis ilmiah memiliki sistematika dan aturan baku dalam penulisannya. Secara umum, sistematika penulisan dimulai dari Pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah dan tujuan), Isi (pembahasan) dan Penutup (kesimpulan dan saran). Aturan baku yang dimaksud adalah penggunaan bahasa dalam menulis karya tulis ilmiah.
Karya tulis ilmiah merupakan kemasan ulang informasi dari kumpulan karya tulis para ilmuwan atau peneliti yang diterbitkan dan memuat kata kunci untuk mempermudah penelusuran (Pebrianti, 2015). Untuk membuat suatu karya ilmiah yang layak terbit seorang penulis atau peneliti memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk mengkaji suatu karya tulis yang kredibel.
Setiap penulis karya ilmiah atau peneliti perlu banyak melatih kemampuan bahasa tulisnya supaya karyanya dapat diterima. Maka dari itu, setiap penulis harus lebih banyak belajar menulis dan sering membaca dari berbagai sumber kredibel sebagai acuan dalam menulis karya tulis.
Salah satu kendala yang sering dihadapi para penulis adalah mendapatkan sumber referensi karya tulis yang benar dan terverifikasi. Berikut ini daftar sumber yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam menulis karya tulis ilmiah.
1. Google Scholar
Google Scholar merupakan situs pencarian dan tempat publikasi karya ilmiah termasuk jurnal dalam skala nasional dan internasional. Google Scholar dalam negeri atau nasional sering juga disebut dengan Google Cendikiawan. Referensi yang dapat kita muat adalah karya tulis yang telah terverifikasi berupa jurnal dan artikel. Maka dari itu, dengan menggunakan google scholar kita dapat melihat dan membaca jurnal-jurnal yang lengkap menjadi sumber referensi dalam karya tulis.
Cara mengakses nya cukup mudah, dapat diakses dari google lalu ketik di mesin pencarian Google Scholar lalu masuk dan cari referensi dengan mengetik kata kunci dari tulisan yang kita inginkan. Akan banyak jurnal bermunculan, kita dapat memilih jurnal yang sesuai dengan kebutuhan penulis.
2. Repository Universitas
Repository Universitas sering kali kita lihat di internet, yang berupa jurnal dan karya tulis ilmiah yang berasal dari penelitian universitas. Baik dari dosen dan mahasiswa, namun kebanyakan repository berisi skripsi mahasiswa. Ini akan sangat membantu penulis karya ilmiah sebagai bahan referensi dengan memilih karya yang terbaik dan memperhatikan tahun terbitnya.
3. Data Statistik
Setiap tulisan ilmiah tidak pernah lepas dari fakta. Fakta tersebut diperoleh dari data yang telah diolah sebelumnya sebagai dasar yang mendukung validnya tulisan. Data ini akan didapat dari hasil penelitian ilmuwan dan lembaga. Untuk mendapatkan sebuah data yang valid, kita harus mengakses situs yang valid juga, dengan melihat simbol gembok pada situs pencariannya. Misalnya katadata.co.id dan bps.co.id
4. Buku
Buku merupakan salah satu sumber referensi terkuat karena tingkat validitasnya yang kuat dan lengkap. Salah satu kendala banyak orang adalah bahwa membaca dan memahami buku memerlukan waktu yang tidak sedikit. Alasan lainnya yaitu harga buku yang cukup mahal. Namun hal ini dapat diatasi dengan meminjamnya dalam bentuk e-book di perpustakaan online. Salah satu situs yang paling dikenal adalah perpustakaan nasional atau perpusnas.go.id.
Dari berbagai sumber di atas dapat menjadi solusi dalam permasalahan dalam menulis karya ilmiah. Tidak ada sesuatu yang instan, sehingga diperlukan usaha dan tekat yang kuat untuk mencapainya. Begitu pula dalam kaitannya dengan menulis. Melatih kemampuan menulis memang sangat sulit, bukan berarti kita tidak akan mampu. Marilah mulai menulis dengan memanfaatkan berbagai sumber referensi di atas, tentunya sangat mudah diakses bahkan dari gawai kita masing-masing. (Natalia Agrina Ginting)
Referensi
Pebrianti, Y. (2015). Kemasan Ulang Informasi: Kumpulan Karya Tulis Ilmiah Peneliti Di Lingkup Balai Penelitian Dan Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPPBAT) Bogor. Jurnal Pari, 1(1), 27-33.
