Categories Lainnya

Fenomena Tiktok Dikalangan Mahasiswa

Tren TikTok dikalangan Mahasiswa (FOTO. DOK. PIXABAY.COM)

UNIKA, VERITASUNIKA.COM – Media sosial saat ini merupakan hal yang sangat diminati baik di kalangan generasi z dan y. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena media sosial merupakan alat komunikasi yang paling efektif untuk digunakan dalam menyampaikan pesan, gambar, video, dan lainnya. Melalui media sosial kita dapat mengakses informasi dengan mudahnya hanya bermodalkan gawai dan paket internet.

Membahas  media sosial, tren yang banyak digandrungi saat ini adalah TikTok. Hampir setiap pengguna media sosial mempunyai akun tiktok. TikTok secara resmi diluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming dan juga dikembangkan menggunakan kecerdasan buatan ByteDance. Aplikasi ini dipatenkan di bawah naungan BYETEMOD. 

Awalnya aplikasi ini diperkenalkan di  Indonesia oleh artis cilik Bowo dan setelah beberapa waktu aplikasi ini sempat diblokir  oleh Menkominfo karena maraknya pengguna tiktok di bawah usia 13 tahun. Namun, di awal tahun 2020  dapat kita lihat begitu banyak yang kembali menggunakan aplikasi ini. Tak terkecuali mahasiswa, bahkan penggunanya semakin bertambah.  Pada data dari periklanan ByteDance yang dikutip dari kumparan.com jumlah pengguna tiktok di Indonesia mencapai 92,07 juta per Januari 2022. Ada beberapa alasan bagi mahasiswa dalam menggunakan tiktok.

Tiktok awalnya diperkenalkan oleh media sosial

Globalisasi membuat banyak hal semakin mudah dijangkau. Apalagi, dengan adanya media gawai semakin berkembang dengan beragam fitur yang menarik. Adanya platform seperti instagram, facebook, youtube, dan semacamnya memudahkan kita melihat berbagai hal. Salah satunya mengetahui adanya aplikasi tiktok dari video-video yang beredar di instagram. Mahasiswa menggunakan tiktok awalnya dari instagram saat membuka fitur explorer atau instastory teman. Saat dibuka, ternyata terlihat menarik dan mereka pun akhirnya mencoba. Selain instagram, facebook juga menjadi salah satu platform media yang menyebarkan banyak video atau informasi seputar tiktok. Ada juga mahasiswa yang menggunakan tiktok dengan melihat dari sosial media, mereka bisa mengikuti tren tiktok yang berkembang seperti berbagai challenge ataupun lagu-lagu menarik yang bisa dilakukan dengan tiktok.

Diajak oleh teman atau kerabat terdekat

Sebagian mahasiswa menggunakan tiktok karena diajak oleh teman atau kerabat terdekat. Pada dasarnya kita sebagai manusia punya daya tarik tertentu terhadap suatu hal karena pengaruh oleh orang lain. Dengan adanya teman yang mengajak bermain, mereka bisa lebih dekat dan juga bisa mengisi waktu luang bersama.

Sebagai hiburan

Begitu banyak cara yang dilakukan mahasiswa untuk bisa menghibur diri sendiri. Bisa dengan mendengar musik, menonton film, membaca buku, dan berbagai hobi lainnya. Beberapa mahasiswa memilih mencari hiburan dengan bermain tiktok. Tentu saja, aplikasi ini memang sangat menghibur karena fitur di dalamnya.  Kita dapat merekam sebuah video dengan berbagai lagu dan gaya dengan aplikasi tiktok. Kemudian, hasil rekaman tersebut dapat dilihat atau dibagikan Selain itu, dengan melihat berbagai konten dari postingan video tiktok orang lain di sosial media, banyak orang juga merasa tertantang melakukan hal yang sama. Orang di sekitar kita juga dapat terhibur dengan berbagai konten yang kita buat dan bagikan.

Sarana kreativitas

Jika alasan menggunakan tiktok sebagai sarana hiburan, maka tidak akan lepas dari kreativitas. Ketika kita sebagai pengguna tidak bisa melakukan konten yang menghibur. Biasanya, ada banyak konten video tiktok dengan berbagai gaya yang menarik dan unik. Sebut saja ada Gucci atau Dior challenge, lagu yang dibawakan aktris korea Jessi “zoom in zoom out” dan masih banyak lagi hal yang bisa digabungkan dalam pembuatan video kita. Biasanya, dengan melakukan hal yang unik dan lucu, kreativitas akan berkembang juga. Hal ini termasuk sangat positif.

Tiktok tidak bisa dianggap sebelah mata. Memang ada sebagian yang mengatakan bahwa menggunakan tiktok bisa jadi menandakan siapapun itu alay atau kurang kerjaan dan sebagainya. Tetapi, sebaiknya kita juga bisa berpikir bahwa tak selamanya tiktok buruk. Jadi kita sebagai mahasiswa diharapkan bijak dalam menggunakan teknologi saat ini. (Isnuryani Sitanggang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *