Juara 4 Lomba Menulis Artikel Nasional 2021 : penggunaan botol bekas untuk meningkatkan kreatifitas generasi milenial(FOTO DOK : https://blog.elevenia.co.id)
OLEH: Michael Susanto Wijaya
Universitas Brawijaya michaellllssssanto@gmail.com
Abstrak
Pandemi Covid19 melanda hampir seluruh negara. Banyak negara menerapkan lockdown untuk merperkecil kemungkinan penularan sehingga penduduk diharapkan menetap di rumah tanpa keluar. Kejenuhan tidak dapat dipungkiri. Dengan budidaya tanaman pada dinding vertikal dapat memberdayakan generasi milenial dan menciptakan ketahanan pangan pasca pandemi.
Kata kunci: generasi milenial, tanaman dinding vertical, pasca pandemi
Pendahuluan
Dampak Pandemi Covid19 di Indonesia sangat terasa. Harga pangan naik turun. Pada awal pandemi, banyak orang memborong produk makanan. Sejak Maret 2020, berbagai sektor menerapkan belajar atau bekerja dari rumah dengan gawai. Di rumah saja dapat membuat jenuh. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan positif sebagai sarana belajar yang interaktif di kala pandemi, seperti bercocok tanam di halaman rumah. Namun, banyak rumah punya keterbatasan lahan sehingga tidak dapat berkebun. Tanaman susun pada dinding secara vertikal dapat menjadi solusi lahan yang terbatas dan pemeberdayaan generasi milenial.
Generasi milenial adalah istilah untuk manusia yang lahir pada tahun 1981 sampai 1996. Dengan rentang tahun kelahiran seperti itu, maka perkiraan yang dilakukan generasi milenial sekarang adalah sedang melanjutkan pendidikan atau bekerja. Budidaya tanaman pada dinding dapat dilakukan semua kalangan baik milenial maupun generasi tua. Pada artikel ini menekankan penyuluhan pada generasi milenial yang mau berubah ke arah yang lebih baik.
Generasi milenial kerap kali disebut agent of change. Namun, kita punya keterbatasan yaitu tidak dapat mengubah orang bila orang yang dinasehati tidak mau belajar atau berubah. Pada artikel ini saya menekankan hubungan perilaku
milenial di Indonesia untuk memberdayakan semangat budidaya tanaman dinding vertikal sebagai bentuk ketahanan pangan terutama pasca pandemi.
Budidaya tanaman tersusun vertikal pada dinding disebut juga sebagai vertikulur maupun wall gardening. Komoditas budidaya vertikulur dapat berupa tanaman pangan. Budidaya vertikulur terkenal hemat air karna air yang disiram
untuk tanaman yang teratas jatuh ke tanaman dibawah melalui bolongan pada media.
Isi
Generasi milenial gemar terhadap hal yang efisien. Tanaman susun pada dinding secara vertikal merupakan penerapan urban farming yang efisien yang dilaksanakan di area perkotaan. Urban farming meliputi budidaya, prosesing, dan
distribusi pakan. Harapan adanya urban farming adalah mengurangi polusi akibat asap kendaraan yang kemudian diserap tanaman. Pada umumnya tanaman susun pada dinding secara vertikal menggunakan paralon namun disini saya memanfaatkan botol bekas. Penyuluhan dapat melalui media social dan generasi milenial yang berminat mencontoh.
Berikut adalah tahapan pembuatan tanaman tersusun vertikal pada dinding dengan botol bekas. Pertama, siapkan alat dan bahan berupa botol bekas, bibit berbagai macam komoditas, gunting, tali, tanah, dan air. Kedua, susun botol bekas secara mendatar, gunting menjadi setengah. Ketiga, botol bekas ditusuk dengan gunting beberapa lubang kecil. Keempat, isi dengan tanah. Kelima, taruh bibit pada tanah. Keenam, siram dengan air. Ketujuh susun botol-botol bekas pada dinding secara vertikal. Rutin disiram dua kali sehari. Setelah sebulan dapat dipanen.
Memanfaatkan botol bekas sama dengan menerapkan zero waste. Penyusunan secara vertikal menghemat tempat. Tanaman berasal dari berbagai komoditas, dapat dikonsumsi sendiri atau berbagi sehingga menghemat
pengeluaran dan mengisi waktu. Dengan berkebun dapat mengurangi stress.
Tanaman yang tersusun secara vertikal pada dinding dapat disusun sedemekian rupa sehingga memberi nilai estetika dan keasrian lingkungan. Bila ditanam secara masif, dapat jadi kesempatan generasi milenial sebagai lading bisnis
mikro baru. Generasi milenial juga dapat memberdayakan masyarakat lokal yang ingin berkontribusi lewat masukan ide maupun kerjasama untuk menggali inovasi dan kreatifitas.
Pandemi Covid19 belum berakhir. Kasus positif bertambah. Bila pandemi Covid19 berakhir, diharapkan dengan adanya budidaya vertikulur dapat memberi kepastian ketersediaan pangan, berjalannya ekonomi mikro, dan lingkungan yang
sehat dan produktif. Pemerintah telah menerapkan istilah new normal yaitu adaptasi kebiasaan baru ditengah pandemi yang diharapkan untuk masyarakt terbiasa dengan kehidupan pandemi Covid19 yang tidak akan cepat berakhir. Selama pandemi Covid19 belum berakhir maka gaya hidup pun perlu diperbaharui, yang sebelumnya ketergantungan dengan produk makanan komersial menjadi produsen sendiri dalam skala kecil. Bila urban farming dikomersialkan dapat dipromosikan secara daring melalui toko daring sebagai bentuk digitalisasi.
Kesimpulan
Tanaman susun secara vertikal pada dinding adalah hal sederhana yang mampu memberikan ketahanan pangan, Keuntungan dari urban farming meliputi kemandirian pangan, pemberdayaan manusia, dan lingkungan yang aman.
Budidaya vertikulur membantu masyarakat beradaptasi pasca pandemi. Urban farming mendorong masyarakat terutama generasi milenial berubah menerapkan gaya hidup sehat pasca pandemi.
Daftar Pustaka
Sedana. 2020. Urban Farming sebagai Pertanian Alternatif dalam Mengatasi
Masalah Ekonomi pada Masa dan Pasca Pandemi Covid 19. Pertanian.
(1): 1-6
