Categories Artikel

Bahu Membahu Pemuda untuk Bangkit dari Keterpurukan

OLEH : Naurah Fitri-Bahu

 Sejak era penjajahan, pendidikan Indonesia tak sedikit mengalami perubahan, baik secara sistem, bahan ajar, maupun media pembelajaran. Mulanya, pendidikan di era penjajahan hanya diperuntukan bagi keturunan Eropa dan bangsawan. Namun hal tersebut tak bertahan lama, pribumi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Kesempatan itu didapatkan berkat peran pemuda-pemudi Indonesia, di antaranya adalah Ki Hajar Dewantara dan Raden Ajeng Kartini.

Tak dapat disangkal, peran pemuda dalam aspek pendidikan sangatlah signifikan. Sebagai tonggak negara dan tolak ukur kemajuan suatu bangsa, pemuda mendapat peranan vital terhadap kebangkitan paradigma yang menjadi momok di masyarakat pasca era lock down bermetamorfosis menjadi new normal. Tak bisa dipungkiri bahwa banyak lapisan masyarakat yang merasa peluangnya dirampok oleh pandemi, libur 2 minggu yang dijanjikan berubah menjadi 1 tahun konfrontasi dingin.

Dalam masa jeda itu, tak ayal banyak pemuda yang lebih mendalami hobby mereka dan menggunakan waktu yang kepalang luang untuk menambah wawasan luas terkait hal yang mereka suka atau hanya sekedar ingin tahu. Sedikit-sedikit lalu menjadi bukit, agaknya tanpa sadar menjadi rantai kuat dalam tahap bangkitnya revolusi  ketidaksetaraan antar generasi. Pembatasan ruang gerak sosial dan perlambatan ekonomi tidak lantas menjadikan pemuda dalam negeri terpuruk. Kebalikannya, pesta virtual marak terjadi dan menjadi peran penting terhadap percepatan upaya pemulihan efek samping pandemi, baik dari segi keadilan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan bakti pada lingkungan.

Globalisasi bagai bergerak dengan alur yang sama dengan virus COVID-19, menjamah semua khalayak tanpa pandang bulu. Banyak kegiatan yang bergerak dalam bidang sosial-edukatif yang didasari oleh keinginan para pemuda untuk mengangkat eksistensi keberadaan suatu kelompok yang dianggap sebagai minoritas atau dinilai pinggiran, lalu diangkat menjadi materi seminar yang dikemas inovatif, sehingga mudah untuk menjangkau target pendengar yang lebih luas yakni masyarakat awam dari berbagai latar belakang.

Sifat kepemimpinan dan aktivis para pahlawan tercermin dalam diri anak muda generasi COVID-19. ‘Pekerjaan’ lintas sektoral menjadi hal yang biasa bagi para pemuda tersebut. Baik disadari atau tidak, mereka membangun komitmen terhadap diri sendiri dan orang lain saat mereka memberikan konseling melalui percakapan ringan, membawa topik ringan dan perlahan menyorot satu topik dengan pendekatan ramah tamah disertai memberikan petunjuk dan fakta yang akurat, sehingga menjadi ingatan membekas yang bermanfaat.

Dari berbagai gerakan donasi yang dikerahkan, pemuda berkontribusi dalam screening dan mengevaluasi masyarakat terhadap presepsi yang dramatis terhadap pandemi, baik dari segi kesehatan seperti essential food nutrition, sanitasi kebersihan dan kesehatan, serta edukasi seperti pentingnya melatih dan merawat kekebalan sistem imunitas.

Tak hanya memperindah rantai kekerabatan, arus unggahan media sosial bagai mengukir sejarah modern solidaritas. Mendobrak kesenjangan sosial antar pemangku kepentingan dan menjadi jembatan bagi suatu oknum  kepada segala kalangan, instansi pemerintah, individu bisnis, masyarakat sipil hingga ahli inovator. Hal tersebut juga menjadikannya sebagai platform edukasi yang inklusif.

Perlahan namun pasti, pemuda mempertahankan harapan, menyetel ulang konstelasi sila ke-2, 3, dan 5 dengan menilik celah signifikan tatanan sosial dan mengangkat korban diskriminasi dengan membantu subjek beradaptasi dengan realita yang baru. Webinar terbuka dan konten inspiratif tersebar secara gratis di saluran hiburan, mengundang gelombang minat dalam mengembangkan dan mengedepankan pendidikan di era yang penuh tantangan. Perubahan peluang tidak menjadikan mereka rentan setelah belajar. Sebaliknya, mereka lebih memahami prospek serta risiko. Pandemi Covid-19 memang belum berakhir, namun pandemi Covid-19 bukanlah akhir dari segalanya.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *