Ilustrasi siswa yang sedang berdiskusi dan bertukar ide dalam suasana belajar yang hangat dan penuh semangat. (FOTO: Pinterest)
Pagi itu suasana kampus kembali ramai. Siswa berlalu-lalang menuju kelas, sebagian masih mengantuk sambil membawa segelas kopi, sebagian lagi sibuk bercanda sebelum kuliah datang.
Di tengah keramaian itu, Aldo melangkah menuju ruang rapat organisasi kampus. Hari itu adalah pertemuan pertama sebagai anggota baru. Meski terlihat tenang, sebenarnya ia gugup. Selama ini Aldo lebih sering fokus kuliah lalu langsung pulang. Berkenalan dengan banyak orang bukanlah hal yang mudah baginya.
Saat sesi perkenalan dimulai, satu per satu siswa maju ke depan. Ketika pertikaian tiba, Aldo menarik napas sejenak.
“Halo, aku Aldo. Semoga di sini aku bisa belajar banyak hal dan punya teman baru.”
Perkenalannya singkat, namun senyum dan sapaan dari peserta lain membuatnya merasa lebih nyaman.
Hari-hari berikutnya, Aldo mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan. Ia membantu menyiapkan seminar, menjadi panitia acara kampus, hingga ikut berdiskusi bersama teman-teman yang berasal dari jurusan berbeda. Dari situ, ia belajar bahwa bekerja sama tidak selalu mudah, tetapi saling mendengarkan adalah kunci agar semua bisa berjalan dengan baik.
Suatu sore setelah kegiatan selesai, Aldo duduk di taman kampus sambil menikmati angin yang berembus pelan. Ia melihat siswa lain tertawa bersama teman-temannya. Tanpa sadar, dia ikut tersenyum. Kini ia tidak lagi merasa asing di kampus yang dulu terasa begitu luas.
Aldo menyadari bahwa masa kuliah bukan hanya tentang mengejar nilai atau menyelesaikan tugas. Lebih dari itu, kuliah adalah kesempatan untuk mengenal banyak orang, mencoba hal-hal baru, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.
Sejak hari itu, setiap langkah yang ia ambil di koridor kampus selalu mengingatkannya bahwa keberanian memulai sesuatu sering kali menjadi awal dari pengalaman yang paling berharga.
(Artha Manik)
