Prosesi Minggu Palma di Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Minggu (13/04/2025). (FOTO: HO)
VERITAS.COM, UNIKA –Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Kota Medan, mengadakan perayaan Minggu Palma yang menjadi bagian penting dari rangkaian liturgi Gereja Katolik menjelang Paskah pada Minggu, 13 April 2025. Perayaan ini berlangsung penuh khidmat dan diikuti dengan antusias oleh umat dari berbagai kalangan, sebagai penanda dimulainya Pekan Suci yang sakral.
Minggu Palma adalah peringatan akan peristiwa Yesus Kristus memasuki Kota Yerusalem dengan disambut sorak sorai dan lambaian daun palma oleh umat-Nya. Dalam tradisi gereja Katolik, Minggu Palma menandai awal dari Pekan Suci, yang puncaknya adalah Triduum Paskah, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah. Daun palma menjadi simbol kemenangan, kesederhanaan, dan penerimaan umat terhadap Kristus sebagai Raja Damai.
Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat Medan mengadakan tiga sesi perayaan Minggu Palma, yaitu sesi pertama pada Sabtu, 12 April 2025 pukul 18.30 WIB, sesi kedua pada Minggu, 13 April 2025 pukul 07.00 WIB, dan sesi ketiga pada Minggu, 13 April 2025 pukul 09.30 WIB.
Antusiasme umat dalam mengikuti seluruh rangkaian perayaan sangat terlihat dari jumlah kehadiran yang memadati gereja pada setiap sesi. Dari anak-anak hingga lansia, semua hadir membawa daun palma dengan penuh penghayatan. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dan kesungguhan dalam menyambut Pekan Suci.
Pada sesi ketiga, misa dipimpin oleh Pastor Faried Tena Jewa. Para jemaat hadir membawa daun palma sebagai lambang iman dan pengharapan. Prosesi ibadah dimulai dari halaman gereja, di mana pastor memberkati daun palma dengan air suci, lalu membacakan Injil sebelum seluruh umat berjalan masuk ke dalam gereja untuk melanjutkan misa.
Karena banyaknya umat yang hadir, sebagian dari mereka tidak mendapat tempat duduk di dalam gereja dan mengikuti misa dari luar. Hal ini tidak mengurangi kekhusyukan mereka dalam mengikuti setiap bagian ibadah yang sarat makna tersebut.
“Kami sangat excited karena ini adalah satu minggu sebelum kebangkitan. Walaupun saya tidak mendapatkan bangku di dalam gereja, saya tetap merasa penuh semangat dan sukacita karena bisa merayakan Minggu Palma bersama umat lainnya,” ucap Tania Tarigan, salah satu jemaat kepada VERITAS.COM pada Minggu (13/04/2025).
Cantriya Anastasya Simbolona
