ILUSTRASI Kumpulan Puisi Ambisi ( FOTO : Pinterest.com)
AMBISI
Barangkali kita berjalan terlalu cepat
Tak sadar kadang berlari bahkan melompat
Hanya untuk sebuah tuju yang akhirnya hilang jua
Kini pudar terkikis pula
Mungkin kita bisa berjalan lebih santai
Atau mungkin sejenak berhenti
Hiruk pikuk penuh ambisi
Menyibukkanmu sampai lupa diri
Tak apa kalau jalanmu lambat
Tidak masalah kalau jalannya tersendat
Nikmati lembayung sore ini
Juga Pelangi pada malam hari
Entah siapa kita mengharap
Dengan sujud bahkan tiarap
Melantunkan doa yang tiada henti
Akhirnya hilang tiada arti
TIDAK BEBAS
Terbelenggu bak dalam tempurung
Ada seberkas di wajah murung
Namun hilang sudah kini
Meraung penuh raga sepi
Dihantam pahit getir kenyataan
Tak seindah fatamorgananya
Dalam lukis cerita melankolis
Tersembunyi beribu tangis
Tertawan dalam benak belukar
Dikejar oleh bayang-bayang kekar
Tiada harap untuk kembali
Semua karena ambisi
SADAR
Untuk apa semua ini
Untuk apa aku berlari
Kalau berjalan jua mengantar
Jika semuanya juga tiba di akhir
Tak kala bayang yang menguasai
Kini hilang sirna dan terurai
Kala mimpi yang menggebu
Kini usang dan berabu
Sudah lah kawan
Nikmati saja senja kali ini
Besok mungkin pelangi
Atau mungkin juga badai
SELESAI
Napas tersengal tak lagi terdengar
Langkah dan tapak kini mulai datar
Wajah resahmu mulai tenang
Kesunyian mulai lahir datang
Menuju liang yang tak panjang
Menghampirinya yang datang
Hanya sepetak dan sekotak
Untuk pertanda namaku
(Happy Simamora)
