ILUSTRASI Opini “Kesehatan Mental : Tantangan Tersembunyi di Balik Maraknya Media Sosial”. (FOTO : Pinterest.com)
Teknologi yang semakin maju dan canggih bukan lagi hal baru bagi umat manusia di zaman ini. Teknologi kini telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perangkat pintar yang mempermudah komunikasi hingga platform media sosial yang menghubungkan jutaan orang. Salah satu produk yang diciptakan dari kemajuan teknologi adalah platform media sosial. Media sosial merupakan platform yang digunakan jutaan umat manusia untuk berkomunikasi atau bertukar informasi dengan orang lain tanpa mengenal waktu, jarak dan golongan, semua telah memiliki potensi sebagai pengguna media sosial.
Dilansir dari https://www.rri.co.id pada Rabu (29/05/2024), pengguna media sosial di Indonesia per Mei 2024 adalah 191 juta pengguna (73,7% dari populasi keseluruhan), persentase ini termasuk pengguna berdasarkan usia dan jenis kelmain. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa hampir setiap orang memiliki akses komunikasi dengan orang lain. Maka dari itu teknologi yang semakin canggih ini mampu menciptakan lingkungan yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan mental manusia.
Pengaruh Buruk Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental
Semakin berkembangnya teknologi, maka semakin banyak pula beredar platform media sosial yang beragam jenisnya. Maraknya media sosial akan membuat banyak orang berbondong-bondong menjadi pengguna media sosial dan akan “berkompetisi” untuk memposting kehidupan mereka di media sosial tersebut, namun tanpa mereka sadari hal tersebutlah yang menjadi awal mula kesehatan mental mereka mulai terganggu. Hal ini bisa digolongkan kedalam fenomena “perbandingan” yang dimana setiap postingan yang menampilkan kehidupan bahagia atau lebih suskes akan membuat orang lain merasa tidak puas atau tidak cukup. Dengan demikian, orang yang merasa tidak cukup bisa saja mengalami stress atau depresi atau mungkin akan memberikan komentar negatif pada postingan yang dilihatnya sehingga turut memperburuk kesehatan mental orang tersebut.
Selain itu, media sosial juga telah meningkatkan tekanan stress dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya tekanan untuk selalu terlihat bahagia, baik dan sukses, banyak orang seringkali merasa terjebak dalam mode “palsu” yang tidak pernah berhenti. Hal ini jua tentu dapat menyebabkan kelelahan mental serta fisik yang signifikan. Terlebih lagi, media sosial yang sebenarnya dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia malah menjadi alat yang dapat mengganggu atau memperburuk kehidupan manusia. Contohnya penggunaan platform media sosial juga akan membuat kita merasa terkekang dan kecanduan sehingga kita tidak memiliki waktu untuk memperbaiki kualitas hidup kita seperti berolahraga, istirahat, belajar dan sebagainya.
Cara Mengahadapi Tantanga Media Sosial terhadap Kesehatan Mental
Dalam menghadapi tantangan maraknya media sosial yang berpengaru terhadap kesehatan mental manusia ini, kita dapat melakukan beberapa hal unutuk menjaga kesehatan mental kita. Pertama, kita harus lebih bijak dalam menanggapi apapun yang di posting oleh orang lain di media sosial, jangan sampai kita merasa harus berkompetisi sehingga kita memberikan kometar negaitif kepada orang tersebut, kita juga seharusnya dapat lebih bijak mengatur waktu pengunaan media sosial kita agar kita tetap bisa menjalani kehidupan nyata dengan baik dan dapat meningkatkan kualitas hidup kita sendiri. Kedua, kita harus lebih aktif dalam melakukan aktivitas fisik dan mental yang seimbang. Aktivitas fisik seperti berolahraga atau bermain dapat membantu kita mengurangi stress, sementara aktivitas mental seperti membaca atau bermeditasi dapat meningkatkan kebahagiaan dalam diri.
Dengan demikian, kita dapat mengahadapi meraknya media sosial dengan lebih bijak dan memastikan kesehatan mental kita tetap terjaga. Kita harus menyadari bahwa kesehatan mental bukanlah hal yang dapat diabaikan atau disepelekan namun kita harus terus berusaha untuk tetap menjaganya agar tetap terasa baik. Jadi mari kita gunakan media sosial dengan bijak dan sadra akan dampaknya terhadap kesehatan mental kita. Dengan demikian, kita dapat menikmati kemjuan teknologi sekaligus menjaga kesehatan mental kita secara seimbang.
(Cinthya Agatha)
