Ilustrasi puisi “Tak Kembali”. (Foto: Pixabay.com)
Dunia merindu
Hari demi hari, letih aku lalui
Suka duka berlalu sekejap mata
Hangat raut wajahmu
Kian berdetak dalam lubuk hati
Disuatu hari yang penuh kasih
Bahagia aku berperan diatas panggung kehidupan
Dunia indah yang telah berlalu
Mengukir segenap mimpi
Kini diam aku menatap
Diri yang merindu
Hangat
Hangatnya malam berbaring di sampingmu
Tak sangka, duniaku berakhir saat itu
Hati yang menolak takdir
Ternyata gagal tak berkutip
Tanpa pamit
Kemana aku mencari
Hati yang kunanti
Lelah aku menunggu
Tak kunjung kembali
Pergi tanpa pamit
Hampa kurasa
Perih sampai saat ini
Pesan tak berbalas
Kata demi kata kurangkai dalam tulisan
Rindu yang mengebu-gebu
Merakit pesan yang penuh harapan
Sekalipun pesan itu tak akan berbalas
Namun yakin engkau juga buat hal yang sama
(Sapna Welindah Nainggolan)
