PLESIRAN ke berbagai tempat wisata dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan biaya yang hemat. (Foto: Zonamahasiswa.id)
BEBERAPA waktu lalu, media sosial memuat kisah liburan dua mahasiswa Indonesia ke luar negeri dengan budget (biaya) yang terjangkau. Tak tanggung-tanggung, liburan mereka ada yang menjangkau negara di luar Asia Tenggara.
Kisah pertama terbit di detik.com tanggal 22 Desember 2018 yang memuat kisah seorang mahasiswa bernama Gita Anggrainy Saputri. Gita mengaku plesiran ke Makau dengan memanfaatkan ruang tunggu Bandara Makau sebagai tempat untuk beristirahat (tidur) selama tiga hari. Bersama tujuh temannya, Gita membeli tiket pesawat Jakarta-Kuala Lumpur-Makau pergi pulang (PP) sekitar Rp 1.300.000 per orang. Murah kan?
Kisah kedua terbit di tribunnews.com tanggal 4 Juli 2019 yang memuat kisah mahasiswa Indonesia, Dinar Savira yang berlibur ke Thailand selama 10 hari hanya menghabiskan biaya Rp 4 juta. Biaya ini sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, dan uang jajan. Dinar saat ini menempuh kuliah di sebuah universitas di Malaysia. Dinar dan seorang temannya berangkat dari Kuala Lumpur menuju Bangkok pada Maret 2019. Dinar membeli tiket Kuala Lumpur -DMK (Don Mueang International Airport) Bangkok seharga RM 134 atau Rp 469 ribu pergi pulang (PP) per orang.
Beberapa tahun terakhir, plesiran di dalam dan dan ke luar negeri telah menjadi trend berlibur wisatawan Indonesia. Khusus untuk luar negeri, malah menjadi prioritas dibandingkan dalam negeri karena biayanya lebih terjangkau. Ada beberapa alasan kenapa luar negeri menjadi prioritas. Pertama, harga tiket penerbangan yang lebih murah dibanding Indonesia. Kedua, fasilitas akomodasi seperti penginapan dan makanan di luar negeri yang harganya tidak berbeda jauh dengan Indonesia.
Tak hanya wisatawan yang statusnya sudah bekerja, wisatawan yang masih berstatus mahasiswa pun sudah banyak yang punya gaya hidup plesiran. Beberapa hal yang membuat penasaran adalah si mahasiswa pasti mengeluarkan uang yang banyak untuk plesiran atau si mahasiswa pasti orang kaya sehingga bisa plesiran.
Tetapi kenyataannya tak seperti itu kok. Meskipun uang jajanmu terbatas, kamu tetap bisa plesiran dengan budget yang hemat. Mau tahu caranya? Yuk, simak tipsnya satu per satu.
1. Rencanakan dan Tentukan Destinasi Plesiran
Merencanakan plesiran adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Pastikan kamu merencanakan plesiran dengan niat dan bukan iseng-iseng. Setelah niatmu kuat, tentukanlah destinasi plesiran untuk didatangi, apakah di dalam negeri atau di luar negeri. Di tahap ini, kamu bisa mengajak teman-teman kuliah untuk ikut dalam rencana plesiran.
2. Menabung Setiap Bulan
Jika destinasi sudah ditentukan, kamu bisa mempersiapkan diri mulai dari awal. Misalnya menabung. Karena kamu masih mahasiswa, jangan berpikir dana langsung tersedia dalam jumlah besar. Menabunglah. Caranya dengan menyisihkan uang jajanmu setiap bulannya. Agar lebih disiplin, bentuklah arisan bersama teman-teman untuk mengumpulkan cicilan biaya plesiran setiap bulannya.
3. Beli Tiket Promo
Saat ini banyak aplikasi pembelian tiket pesawat dan bus yang menyediakan promo-promo penjualan tiket. Rajin-rajinlah mengintip situs aplikasinya. Untuk mendapatkan harga yang lebih murah, belilah tiket pesawat dan bus jauh-jauh hari sebelum berangkat.
4. Manfaatkan Apa yang Ada
Plesiran di dalam atau luar negeri tak hanya bicara soal tiket, tetapi juga penginapan dan perlengkapan. Jika kamu punya teman yang bisa meminjamkan perlengkapan seperti tas, pinjamlah dari teman. Atau kalau punya saudara di destinasi tujuan, kamu bisa menginap di rumahnya. Lumayan untuk menghemat penginapan dan konsumsi. Kalaupun tidak ada, menginaplah di penginapan murah atau hostel.
5. Jangan Pergi Saat Hari Besar
Plesiran hemat juga melihat hari loh. Jangan plesiran saat hari besar karena selain tiket dan akomodasi mahal, pengunjung yang datang juga cukup banyak. Kalau pengunjung banyak, kamu tidak bisa menikmati plesiranmu. Plesiranlah bukan saat hari besar. Tapi tenang aja, libur kuliah biasanya tak bersamaan dengan libur sekolah (umum).
6. Tak Perlu Pakai Tour Guide
Plesiran pakai jasa tour guide itu tidak murah. Di media sosial sudah tersedia informasi objek wisata yang lengkap. Kumpulkanlah informasi sebelum berangkat. Jangan khawatir kalau tersesat, apalagi perginya juga tidak sendiri kan?
7. Oleh-oleh Bukan Keharusan
Kamu sudah berkorban banyak untuk plesiranmu mulai dari waktu dan dana. Karena itulah, oleh-oleh bukan keharusan. Kalaupun harus membawa oleh-oleh, belilah di pasar tradisional agar lebih murah dan bawalah hanya untuk orang-orang terdekat seperti keluarga dan pacar.
8. Kerja Part Time
Nah, kalau kamu berpikir bahwa dengan menyisihkan uang jajanmu setiap bulan tidaklah cukup untuk membiayai plesiranmu, cobalah untuk bekerja part time. Misalnya menjaga rental komputer atau warnet, petugas perpustakaan kampus, atau jualan online. Kalau hobi menulis, kamu bisa kirim tulisanmu ke banyak media. Honor menulis lumayan kok.
Itulah beberapa tips plesiran hemat ala mahasiswa. Bulan Februari hingga Maret atau hingga September nanti sudah libur kuliah. Kamu boleh merencanakan untuk plesiran di bulan tersebut. Gimana, sudah siap plesiran? (Truly Okto Purba)
