Categories Puisi

Puisi Puisi Amarah

Ilustrasi puisi tentang “Amarah” (Foto: Pixabay.com)

Amarah #1

Ragaku diam dan membisu

Meski sumpahku mengembara

Aku bukanlah ksatria

Yang  dengan leluasa unjuk diri.

Bukan juga seorang mumpuni

Yang dianugrahkan segudang pengetahuan

Namun  temanku  bukanlah makhluk yang dilaknat 

seperti iblis

Kami hanyalah kaum yang sadar akan kebenaran 

tanpa kekuasaan.

Amarah #2

Lihatlah mereka yang memandangku tak berdaya,

Seolah dapat memperdaya

Lagi dan lagi,

Aliran ini kembali memeluk jiwaku

Bagai air tenang yang mengubur arus

Tenang saja,

Aku teraniaya dalam sadar dan warasku

Dan tau akan batas logikaku.

(Marta Nefiria Halawa)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *