Sayangi bumi dengan menerapkan prinsip Zero Waste Lifestyle (Foto: Pixabay.com)
“Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak akan pernah cukup untuk tujuh orang serakah.”
– Mahatma Gandhi
UNIKA, VERITASUNIKA.COM – Sampah merupakan hasil sisa dari aktivitas manusia yang sangat sering menjadi masalah di dunia termasuk negara Indonesia. Berdasarkan informasi yang dikutip dari finance.detik.com pada Kamis, 16 Maret 2023, dimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam mencatat skor Indeks Kinerja Pengelolaan (IKPS) di Indonesia sebesar 50,25 poin di tahun 2022. Maka dari indeks tersebut dapat diketahui bahwa pengelolaan sampah di Indonesia masih belum maksimal karena masih berkisar 50% kinerja pengelolaan sampah. Jadi penting bagi kita untuk memulai mengelola sampah mulai dari individu untuk mendukung lingkungan yang sehat dan aman.
Sampah yang dibiarkan begitu saja tanpa dikelola akan berakibat fatal. Banyak masalah akibat kurangnya pengelolaan sampah di Indonesia seperti bencana banjir, masyarakat terjangkit diare, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan masih banyak lagi. Salah satu masalah sampah yang tak pernah selesai adalah penggunaan sampah plastik. Ini jika tidak dikurangi penggunaannya dari sekarang akan berdampak besar bagi bumi khususnya negara Indonesia. Jadi pengelolaan sampah ini diharapkan bukan semata sebagai kewajiban setiap orang tapi sebagai gaya hidup atau lifestyle setiap individu.
Gaya hidup bebas sampah ini sudah marak digiatkan di berbagai Sekolah, Desa, Lembaga, dll. Gaya hidup ini sering kita dengar yakni Zero Waste Indonesia (ZWID) yang dikenalkan oleh Maurilia Imron dan Kirana Agustina dari Yayasan Wirausaha Sosial pada tahun 2018. Hal ini dibuat guna mencapai lingkungan yang sehat dan lestari terutama di bumi Indonesia.
Maka dari itu Zero Waste Lifestyle menjadi solusi untuk menanggulangi jumlah sampah yang terus bertambah. Prinsip utama dari Zero Waste adalah 3R yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang). Prinsip utama ini dapat diimplementasikan dengan mudah dan dapat menjadi gaya hidup. Lifestyle atau gaya hidup Mejadi solusi paling utama dalam mencapai kelestarian lingkungan demi mendukung keberlangsungan bumi. Berikut aktivitas-aktivitas yang dapat kita terapkan dalam menjalankan prinsip Zero Waste Lifestyle.
- Mengelola sampah organik rumah tangga menjadi kompos.
- Mengurangi penggunaan plastik, misalnya ketika belanja membawa tas belanja dari rumah dan membawa plastik bekas yang telah dibersihkan jika dibutuhkan.
- Membuat kerajinan tangan dari sampah plastik, misalnya membuat pot bunga dari botol aqua, bunga mainan dari sampah jajanan, dll.
- Membuang sampah pada tempatnya, seperti dengan memilah-milah jenis sampah organik/anorganik untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).
- Ikut dalam menerapkan bank sampah.
- Aktif dalam kegiatan bersih-bersih di Desa, sekolah, kampus, sungai, pantai, dll.
Dengan menerapkan lifestyle di atas maka kita bias mejadi salah satu relawan bagi bumi. Melihat banyaknya masalah akibat kurangnya pengelolaan samapah maka dengan mengubah gaya hidup kita dari sekarang dengan Prinsip Zero Waste Lifestyle kita dapat mencapai lingkungan yang sehat, tanah yang subur, bencana banjir berkurang dan menyelamatkan hidup generasi penerus bumi. Jadi mari lindungi bumi dari sampah dengan mengubah gaya hidup kita mulai dari sekarang. (Natalia Agrina Ginting)
