Categories Cerpen Rehat

Satu Tempat Dengan Sejuta Cerita

ILUSTRASI Cerpen Satu Tempat Sejuta Cerita (FOTO: Pinterest.com)

Awal yang baik belum tentu berujung baik, begitu juga dengan awal yang buruk belum tentu berakhir dengan buruk, semuanya sudah diatur oleh sang pencipta.

“Melangkahkan kaki ketempat ini begitulah berat, tetapi harus dihadapi” Ucap Gentar dalam hati.

Iya, saat ini adalah tempat yang sering didatangi oleh Gentar dengan kekasihnya dulu, yang dimana kekasihnya sudah meninggal setahun lalu, akibat penyakit yang susah disembuhkan.

Semenjak kejadian itu Gentar memberanikan diri mendatangi tempat-tempat yang dulunya mereka menghabiskan waktu berdua, bercanda, berkeluh kesah, bertukar pikiran,tetapi hal yang tidak diinginkan semuanya berubah, menjadi hal yang menakutkan bagi Gentar.

“Andai kamu bisa abadi, hal yang menyakitkan ini tidak akan aku rasakan Indah” Ucap Gentar sambil menangis.

Kisah mereka sangat indah seperti nama sang kekasih, mereka saling mencintai dengan tulus,suka duka mereka hadapi berdua, lagi dan lagi Gentar hanya mempunyai kenangannya tidak dengan orangnya lagi.

“Aku sayang sama kamu, yang aku inginkan masa depanku hanya bersama kamu” Ucap Indah sewaktu mereka duduk berdua ditempat itu.

Semua ucapan Indah sewaktu mereka bersama dan kegiatan-kegiatan mereka terekam jelas di kepala Gentar tidak ada yang terlewatkan.

Lagi dan lagi Gentar hanya bisa terdiam, menangis, melihat foto mereka dan memutar kembali cerita mereka di hayalan Gentar.

Gentar berbicara sendiri dengan lembut “Aku disini, selalu disini untukmu, tetapi beritahu aku setelah ini harus bagaimana untuk melanjutkan cerita kehidupanku ini, bahagia lah diatas sana, dan kamu harus tau kamu mempunyai ruang tersendiri dihatiku” (Ditha Lase)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *