Categories Puisi Rehat

Kumpulan Puisi Kenangan

ILUSTRASI Kumpulan Puisi Kenangan (FOTO : Pinterest.com)

Orang malam

Mimpi- mimpi ini terus berlanjut

Menghampiri setiap hariku

Yang tenang terhanyut

Oleh sayangnya malamku

Malam yang sayang

Tidak nan terganti

Aku berusaha menantang

Mata itu agar terus tertutupi

Hari – hari malam

Aku terus memimpikanmu

Setiap tenangku

Aku ingin terus melanjutkan malam

Kenapa harus ada pagi

Kenapa harus bertemu dimimpi

Apakah tidak ingin menemui

Cinta kita yang kita lalui

 

Cinta pandangan pertama

Jemari – jemari

Dari alunan – alunan

Yang kamu nyanyikan

Bersama tatapan ini

Aku sempat berfikir

Apakah kamu bernyanyi

Sambil memikir dan berfikir

Bagaimana kita saling memiliki

Apakah tatapan itu untukku

Tolonglah———————

Hatiku hampir mati karena mu

Karena  pesonamu  yang berlimpah -limpah

Pipiku memerah

Aku tahu kamu benyanyi didepan semua orang

Tapi tatapan  itukah

Untukku sayang

 

Bekas sayatan

Kau berjanji bersama

Tapi kau mengakhirinya

Kau ingkar janjimu

Yang kau ucapkan padaku

Sungguh bajing——

Aku melihat yang harus jadi milikiku

Sekarang sudah berpaling

Menghampiri pilu-pilu pada diriku

Oh sakit sekali——

Mata ini ingin aku campakkan

Bersamaan hati ini

Yang kau campakkan

Senyuman yang harus jadi milikku

Belaian harus menjadi milikku

Ikatan cinta ku padamu

Kini menjadi pilu-piluku

Semua sudah kuberikan

Apapun kau minta  tersediakan

Apa yang kurang sayang

Yang membuat kamu pangling           

Berlari kemana pun

Air ini terus mengenang

Membasahi apapun

Yang ku pandang

 

Manis nya senja

Warna coklat

Berbaur gelapnya irisan matanya

Hitam coklat bulat

Menatap setiap keindahannya

Selembut sutra Terasa

Dari halusan belai belai

Rasa inda hari ini  terasa

Seperti surga terberai

Hawa dingin angin

Tidak  menusuk

Tapi rasa hangat membisuk

Dari dekatnya dekapanmu

Alunan manisnya cerita

Serta merdunya candaan

Berbaur rasa nyaman

Dari banyaknya cerita

Terbitnya matahari

Tidak menggugah hati

Untuk bersanjak dari sana

Melainkan menetap untuk waktu yang lama

 

Ldr

Rasa gelisah

Rasa tidak tenang

Seperti orang sengsarah

Mengalir pada hari hari yang kelang

Melihat tiap detik per detik

Layar hati ini

Terus berdetak- detak

Menanntikan balasan ini

Berusaha menyakinkan

Tapi tidak ada jawaban

Apakah ini terus dilanjutkan

Atau ini akan menjadi jalan

Oh kasih ——

Apakah kamu tidak rindu

Apakah kamu berpaling

Apakah sudah ada yang lain dihatimu

Kasihku—–

Jangan memberiku kepastian

Yang tidak aku mengerti

Dari yang kamu bicarakan ini

Aku berusaha memantapkan hati

Tapi melihat mata itu

Aku merasa apakah ini

Jalan kita yang buntu

(Sermita)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *