Categories Cerpen Rehat

Buah Mimpi

ILUSTRASI Cerpen “Buah Mimpi”. (FOTO : Pinterest.com)

Pada suatu pagi yang cerah, terik matahari menyinari sekujur tubuh seorang gadis lugu yang masih terbentang pulas dalam tempat tidurnya. Alarm teleponnya sudah lama berbunyi pada menit pertama hingga beberapa selang waktu, namun ia tidak kunjung bangun. Nyatanya ia berusaha tidak bangun untuk memimpikan lelaki misterius yang saat di dunia mimpinya mereka bertemu dan melahirkan masa berbunga bagi Mey.

Mey adalah seorang gadis yang beranjak dewasa yangg saat ini sedang duduk di bangku semester 3, ia selalu menyukai film bergenre fantasi. Film fantasi membuat ia terbawa suasana sehingga menghasilkan gairah yang saat indah saat bisa membayangkannya. Dunia fantasi sangat membantu Mey karena dari situlah Mey dapat berimajinasi dengan semaunya.

“Mey bangun,, sudah terlalu lama kamu tak kunjung beranjak dalam tempat tidurmu itu!, sejam lagi kita akan masuk kuliah”, tegur teman satu kostnya. Ketika mendengar hal itu, Mey tanpa berlama-lama bangun dari tempat tidurnya, karena tersadar bahwa ia akan terlambat lagi jika tidak kunjung bangun juga.

“Aduh pangeran semoga kita bisa bertemu lagi,” ujar Mey dengan senyum yang tipis.

“Kamu kenapa bodoh, tinggi sekali mimpimu itu hahaha”, jawab teman satu kostnya Angel.

Setelah itu, Meypun bergegas untuk mempersiapkan pergi ke kampus dengan lesunya. Biarpun dengan lesu, dia tidak pernah sekalipun mengabaikan penampilannya ke kampus, karena bisa-bisa nanti penggemar kampusnya akan menurun.

Sepanjang jalan Mey dan Angel disapa oleh lelaki yang genit di jalan sana. Mereka memang gemar menggoda perempua sebagai kesenangan mereka tersendiri. Saat disapa Angel hanya membalas dengan muka masam. Beda dengan Mey, ia juga suka mempermainkan laki-laki yang hendak menggodanya, karena menurutnya itu adalah hal yang sangat seru. Sepanjang perjalanan akhirnya mereka bisa sampai ke kampus dan memulai kegiatan kuliah mereka.

****

Jarum jam telah mengarah ke angka jam 5 sore, Angel dan Mey berjalan menyusuri lampu kampus di bawah langit sore di sekitar Fakultas mereka.

“Mey…tadi kamu tahu tidak?, tanya Angel kepada Mey.

“Manalah aku tahu bodoh hahaha, aku mana tahu apa yang kamu mau, memang aku penyihir”, jawab Mey dengan nada seringai kepada sahabatnya Angel.

“Kamu tahu tidak, tadi ada anak baru dari Fakultas Komputer ganteng sekali”, ujar Angel.

“Makan itu cowok ganteng aku gak tertarik sih, lagian kamu udah punya pacar” jawab Mey dengan tertawa.

Nyatanya Mey yang suka merespon banyak cowok memang tidak mudah tertarik dengan laki-laki.

Namun, biarpun begitu ia mempunyai selera laki-laki yang nyatanya cukup sederhana.

“Aku suka cowok yang manis senyumnya, rapih wajahnya, berisi, dan suka sibuk karena aku orangnya sibuk”, jawab Mey dengan nada tettawa kepada Angel.

“Mana bisa kamu dapat itu, kalo ada mungkin langka hahaha…”, ujar Angel.

Braakkkkkk…… tersontak Angel dan Mey terjatuh dan teletak di tanah, tenyata ada yang tak sengaja menabrak mereka. Mey sudah memancarkan binar kemarahan, sedangkan Angel mengeluarkan binar yang kecintaan dengan sosok yang menabrak mereka.

“Sayang kamu tidak kenapa-napa kan”, sahut lelaki yang datang dari jauh sana, yang ternyata adalah kekasih Angel.”

Angelpun terbangun dibantu oleh pacarnya Samuel, beda dengan Mey yang dibantu oleh lelaki yang menabrak mereka, namun begitu Mey merasa kesal bahkan menebas bantuan lelaki yang menabrak mereka tersebut dengan rambut yang menutupi dahi lelaki tersebut.

“Maaf yaaaa… , aku gak sengaja, kamu luka? Ayo kita berobat, aku antar yaa….”, sahut lelaki yang membantu Mey tersebut dengan wajah yang pancarnya sangat adem dilihat dan tak sengaja mata mereka terpaku satu sama lain dengan berhadapan dekat Mey.

Seketika Meypun begitu terpaku dan hanya terdiam dengan diam pada tatapan pada lelaki yang saai itu sedang berada di hadapannya.

Dalam perasaan Mey “Perasaan apa ini, aku seperti pernah melihat dia, tapi dimana?, tanya Mey dengan bingung berusaha mengingat- ngingat sesuatu hal dengan bayangan yang ia hilang.

Akhirnya merekapun berkenalan, dan lelaki tersebut membawa Mey dan Angel mengobati luka mereka. Dan selepas itu mereka mengutuskan untuk pulang karena hari sudah malam.

****

Ditengah malam yang sunyi, dengan suara burung yang masih bernyanyi dalam luar sana, bintang- bintang mengitari tiap sudut langit, dan suara serangga yang bernyanyi tak henti mengiringi malam tersebut, Mey dengan tenang duduk di samping jemdelanya dengan persaan yang melamun sambil tetap mengingat lelaki yang ia tatap sepulang kuliah tadi. Ia merasa bahwa ia pernah bertemu dengan lelaki tersebut di suatu tempat.

“Siapa tadi dia, aku seperti pernah bertemu dia, tapi dimana?”

Tak… tak… suara detik jam berdetak dan jarum pamjangnya berunjuk pada jam 2 pagi. Akhirnya Meypun memutuskan untuk tidur di atas ranjang tidurnya. Sepanjang malam akhirnya Mey bermimpi dengan yang semakam ia mimpikan bertemu dengan dia. Lalu lelaki tersebut tetap tidak menampakkan wajahnya dan hanya terdiam.

“Haloo… tadi kita ketemu yaa… semoga lukamu cepat sembuh yaa,,, ayo buka hatimu”, sahut lelaki misterius dalam mimpi ,ey itu tiba-tiba.

“Hah… ”, ujar Mey dengan terkaget sembari bangun dari tempat tidurnya.

“Siapa dia?”, tanya Mey dalam hatinya sembari bersiap-siap berangkat ke Kampus.

****

Berjalan berdua dengan sahabatnya menuju Angel menuju kampus, “Mey… aku ke kantin ya.. kan mata kuliahnya kosong karena dosennya gak datang padahal sudah terlanjur kita sampai ke kampus, aku ke kantin sama pacarku dulu, dadah…”, sahut Angel kepada Mey. Mey hanya mengangguk dan berjalan jauh meninggali Angel,

“Halooo… kita ketemu lagi yaa….”, sahut lelaki yang tiba-tiba muncul dari belakang Mey.

“Suara ini seperti pernah aku dengar”, sahut Mey sembari membalikkan tubuhnya. “Halo sayang… ini bunga untuk kamu”, sapa lelaki tersebut.

“Kamu?, sahut Mey dengan nada bingung namun kegirangan, ternyata yang selama ini ia mimpikan adalah lelaki impiannya.

Sehingga Mey masuk pada dimensi dia saat ini dan mendapat jawaban dari dalam dunia mimpinya bahwa mimpi dapat memberikan arti bagi kita baik itu hadapan masalah yang akan datang, kejadian, ataupun seseorang yang tidak sengaja akan ada pada kehidupan kita di dunia nyata.

(Maya Aristia)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *