ILUSTRASI Cerpen “Jatuh Cinta Sendiri”. (FOTO :Pnterest.com)
Pagi hari yang sejuk ditemani mentari yang cerah mengiringi perjalanan seorang mahasiswi baru yang bernama Ratna Sari. Ini merupakan hari terakhir masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), maka dari itu Ratna pun dengan semangat berjalan dan ingin cepat sampai di kampus. Hati yang semangat dan penuh ceria ini bukan semata-mata karena hari terkahir PKKMB namun karena ia ingin bertemu dengan sang kekasih yang merupakan seniornya dan mereka resmi berpacaran setelah baru pertama berjumpa.
Setelah sampai di kampus Ratna menghembuskan nafasnya sambil berkata dalam hati, “Hufff, panas banget nih, untung bedakku belum luntur dan masih cantik hehehe”, gumamnya sambil tersenyum memandang kaca rias yang digenggamnya berwarna merah muda.
Tiba-tiba ada seorang pemuda berbadan tinggi seperti atletis menangkap kaca rias Ratna itu dan berkata “Udah cantik kok, ga usah kelamaan berkaca yaa.” Ucap Kevin sambil mengelus rambut kekasihnya. Ratna pun langsung salah tingkah dengan ucapan Kevin.
“Priiiitt priiiiit” bunyi peluit yang menandakan mahasiswa baru harus berkumpul untuk memulai PKKMB hari terakhir. “Yuk aku antar kebarisan kamu” ucap Kevin dengan suara yang lembut sambil memgang tangan Ratna Kekasihnya. Sesampainya di lapangan Kevin berkata “Semangat cantik, jangan nakal-nakal, aku tinggal dulu ya”. (Kevin pun pergi ke sekretariat BEM Universitas).
Ratna hanya tersenyum sambil melihat kekasihnya pergi meninggalkannya. Tiba-tiba seorang perempuan menampar pelan pipi Ratna ambil berkata “Udah ya bucinnya, pangeranmu udah pergi sampai ga kelihatan tetap aja diliat, kamu lihat bayangannya yaa wkwkwk” ucap Rani dengan nada bercanda. Rani merupakan teman baru Ratna, yang sudah dianggap menjadi sahabatnya. Ratna pun merespon candaan Rani “Aduh Ran, kamu tu ganggu aja deh, sepertinya aku ingin terbang jauh sama Kevin biar ga diganggu kaum jomblo, hahaha” ucap ratna dengan gelak tawa yang dipendam dalam hati takut ketahuan senior yang menjaga mereka. Rani pun merspon dengan cepat “Tunggu aja, aku akan dapat pangeran yang lebih dari Kevin”. (Mereka pun tertawa bersama, namun tetap menjaga nada suaranya supaya tidak kena hukuman seniornya).
Tak terasa, terik matahari pun mulai turun dan kegiatan PKKMB pun berakhir tepat pada pukul 15.00 WIB. Ratna dan Rani bernyanyi menikmati konser mini penutupan PKKMB. Ratna pun menerima pesan dari gawai yang sedang digenggamnya lalu membacanya: “Cantikku, nanti pulang aku yang antar ya” pesan dari Kevin. Ratna pun tersenyum dan membalas pesan itu, “Ia kak Kev”.
Setelah selesai bernyanyi ria, mereka pun bersiap-siap untuk pulang, “Rat aku pulang dijempu papa hari ini, kamu mau ikut ga kita antar ke kost” ucap Rani. Ratna pun menjawab dengan senyum “Ga usah ya Ran, soalnya aku pulang sama pangeranku hehehe” ucap Ratna. Rani pun merespon dengan geli “Dihhh, yaudah makan tu pangeran kodokmu. Tapi awas sampe dibawa ke semak-semak wkwkwk” ucap Rani dengan nada bercanda. “Ya udah deh aku duluan ya Rat, bye” Rani pun bergerak menuju mobil papanya. “Ia Ran, Hati-hati ya” ucap Ratna sambil melambai pada Rani dan papanya.
Beberapa menit berlalu Kevin tiba dengan motor sportnya dan berhenti tepat di depan Ratna, sambil berkata “Ini helmnya cantik”. (Ratna pun mengangguk memakai helm sambil dibantu oleh Kevin). Sepeda motor Kevin pun melaju dengan kecepatan sedang menuju kost Ratna. Sesampainya di kost, Ratna turun dan mengucapkan terima kasih sambil membuka helmnya, “Makasih ya kak, aku senang deh bisa diantar sama kakak” ucap Ratna sambil memberikan kembali helm Kevin. “Hati-hati di jalan ya kak” tambah Ratna. Kevin tersenyum dan menghidupkan motornya kembali dan melaju pergi.
Sebulan berlalu iya tak kenal lelah memberi perhatian penuh terhadap Kevin, walaupun setiap saat menemui lelaki itu di sekretariat BEM Universitas dirinya merasa sakit hati karena perlakuan Kevin yang merasa risih dengan kehadirannya. Walaupun begitu Ratna tetap menyayangi Kevin, ia berpikir bahwa perasaan Kevin mungkin sedang tidak baik karena tugas akhirnya. Pada saat istirahat siang, Ratna berinisiatif untuk menemui Kevin. Ia pun bergegas ke sekretariat dan membawa sebotol kopi susu kesukaan kekasihnya. Sesampainya di sekretariat Ratna langsung mengahpiri Kevin, “Kakak masih sibuk? Ini aku bawa minuman kesukaan Kakak! Semoga suka” ucap Ratna dengan nada manja. Namun Kevin merespon dengan datar “Ohh iya, thanks ya Rat. Kamu ga kelas?” tanya Kevin sambil menenerima minuman itu. “Kelas Kak, tapi ini uadh jam istirahat, makanya aku kesini”, jawab Ratna. “Ohh ya” ucap Kevin menutup pembicaraan mereka.
Setelah 30 menit di ruangan itu hati Ratna semakin perih dan kepalanya jjuga ikut memanas karena setelah percakapan awal iya datang Kevin tidak ada berbicara dengannya, malahan bercanda dengan teman-temannya. Apalagi teman-teman Kevin banyak baik perempuan maupun laki-laki, dan yang membuat hatinya perih adalah ketika Kevin seperti tidak menganggap ada Ratna di ruangan itu, Kevin tertawa ketika perempuan-perempuan itu menggoda kekasihnya. Maka dari itu Ratna bergegas pergi, takut nanti terjadi perang dingin antara mereka, “Permisi Ratna pamit ya Kak, mau masuk kelas” ucap Ratna sambil pergi menuju pintu keluar. Seketika ruangan itu terdiam, dan tiba-tiba teman Kevin menegur Kevin “Gila lo Kev, perempuan secantik itu lo sia-siakan” ujar Rangga. “Gue Bosan Rang, percuma cantik tapi ngebosenin” jawab Kevin. Lalu Rangga dengan tegas menjawab “Harusnya lo kasih tahu Dia, bukan malah digantung seperti ini hubungan kalian!” tegas Rangga. Kevin pun enggan menjawab malah geleng-geleng kepala.
Hubungan Kevin dan Ratna masih tiadk ada kepastian, mereka sama-sama sudah tidak saling mengabari lagi. Hingga pada suatu hari Kevin mengirimkan undangan Seminar Proposal kepada Ratna, dengan sangat gembira Ratna menerimanya dan membalasnya dengan ucapan selamat dan semangat. Ia pun menguhubungi temannya Rani untuk menemaninya membeli hadiah untuk Kevin. Setelah membeli kado, Rani pun bingung dengan sikap Ratna, kenapa Dia masih senang dapat undangan dari orang yang udah nyakitin dan ngegantung hubungan mereka. “Eh Rat, kamu sinting apa gimana sih? Jelas-jelas si Kevin udah ga pernah ngabarin kamu, udah ga perhatian sama kamu, masa kamu masih tetap senaang sama Dia”, ujar Rani yang heran dengan sikap Ratna. “Aku tu percaya Rat, Kevin Cuma lagi jenuh aja ditambah tigas akhirnya Dia, mungkin dengan ga ngabarin aku tugas cepat siap, buktinya ini, Dia udah mau siap satu tahap” jawab Ratna. Rani pun langsung geleng-geleng kepala “Emang cinta itu itu buat orang jadi bodoh ya seperti kamu wkwkw” ucap Rani dengan nada bercanda pada Ratna.
Ratna dan Rani pun sampai di Kampus dengan membawa buket kopi kemasan serta paperbag yang isinya hoodie. Mereka menunggu Kevin yang keluar dari ruang seminar. Setelah beberapa menit, dosen dan mahasiswa sudah pada keluar, Ratna pun masuk ke ruangan dan seketika ia tertampar dengan apa yang ia lihat dimana ada seorang perempuan cantik yang memeluk kekasihnya. Seketika ia merasa dunianya hancur tak terasa wajah pun terasa basah, karena tak ingin lama-lama di ruangan itu, Ratna pun dengan tegar mengusap wajahnya dan memberikan hadiahnya kepada kevin yang juga ikut terkejut akan adanya Ratna di ruangan itu. “Kak Kev, selamat ya, ini hadiah pertama dan terkahir dariku, semoga hubungan kalian langgeng ya” ucap Ratna dengan tegar. “Ratna, aku minta maaf ya mungkin hubungan kita saat ini sebatas adik dan kakak saja ya” jawab Kevin dengan nada yang bergetar. “Oke siap, gini kek dari kemarin-kemarin, kan ga perlu aku capek menghibur sahabatku ini, kamu memang jahat banget Kak”, cetsus Rani tiba-tiba merangkul Ratna. (Suasana kelas menjadi sunyi dan semua mahasiswa menyaksikan keributan mereka).
Rani pun membawa Ratna pergi dari ruangan itu, dan menghibur sahabatnya itu. “Jangan sedih lama-lama yang Rat, ngapain juga nangisin orang jelek seperti Kevin itu. Kamu tenang saja, sekarang kita fokus kuliah dan semakin aktif biar dapat prestasi, nanti biar Kevin itu menyesali tindakannya”, ucap Rani sambil mengelus pundak sahabatnya. “Makasih banyak ya Rann, kamu baik banget sama aku, aku memang bodoh, sekarang akau mau fokus kuliah dulu dan tidak mau lagi pacaran sampai lulus kuliah” jawab Rani dengan bijak.
(Natalia Agrina Ginting)
