ILUSTRASI Cerpen ” Keluarga Hangat” (FOTO: Pinterest.com)
Tetasan air hujan membasahi bumi yang matahari pergi dan berganti dengan malam hari yang dihiasi
bintang-bintang. Gadis duduk seorang diri diayunan yang bertepatan dibelakang rumahnya sambil membaca buku dan menikmati dinginnya malam ini. Gadis adalah anak kedua dari dua bersaudara dan Gadis mempunyai satu abang yang bernama Rangga.
Kedua orang tua mereka adalah orang tua yang mempunyai pekerjaan yang hebat, seperti Ayahnya
bekerja sebagai hakim dan mempunyai beberapa cafe dan Ibunya adalah dokter. Kehidupan mereka sangat hangat,walaupun sibuk dengan urusan masing-masing tapi itu tidak menjadi penghalang untuk menciptakan kehangatan dikeluarga ini.
Malam itu telah berlalu, esok paginya Gadis, Rangga, Ayah dan ibu nya bergegas bersiap-siap untuk
melakukan aktifitas mereka masing-masing. Ayah terlebih dahulu mengantar Gadis dan Rangga yang
dimana mereka berdua satu sekolah hanya saja Rangga sudah kelas XII yang dimana sebentar lagi tamat
dan melanjutkan kuliah sedangkan Gadis masih kelas X dan akan menuju kekelas XI. Rangga dan Gadis berpamitan kepada Ayah dan Ibu mereka, kemudian mereka menuju kekelas masing-masing sedangkan Ayah dan ibunya melanjutkan perjalanan ke Rumah Sakit.
Tidak terasa sudah sampai di Rumah Sakit dan Ibunya berpamitan kepada Ayah setelah itu Ayah pergi menuju cafe yang dimana sudah jadwal Ayah untuk mengecek cafe-cafenyaa. Ayah sibuk dengan cafenya, begitu juga Ibu sibuk dengan pasiennya dan Gadis sedang mengerjakan tugas yang diberikan gurunya sedangkan Rangga dan teman-teman seangkatan dia sedang sibuk memilih melanjutkan perkuliahan kemana, karena beberapa hari lagi mereka akan menghadapi ujian untuk menentukan siapa yang terpilih melanjutkan perkuliahan melalui jalur undangan.
Hari itu tiba, hari yang dimana Rangga dengan teman seangkatannya harus bertempur dengan soal-soal
ujian demi memperjuangkan universitas yang mereka impikan. Berbeda dengan Gadis dan seangkatannya
yang masih kelas X, mereka diliburkan dan hanya bisa belajar dirumah saja. Sedangkan Ayah dan Ibu
mereka sibuk dengan pekerjaannya masin-masing. Tidak terasa, pertempuran yang dihadapi oleh Rangga dan teman-temannya sudah selesai, tetapi Ayah, Ibu mereka tidak lupa untuk meluangkan waktu mereka kepada Rangga dan Gadis. “Bertepatan hari ini, hari sabtu kita makan malam diluar ya, ” Ucap sang Ayah. “Horee hari yang aku tunggu datang juga” balas Gadis. Mereka semua bergegas bersiap-siap.
Sesampainya di restoran, mereka memesan makanan dan minuman, selagi yang mereka pesan belum datang, mereka sibuk berbincang-bincang, tertawa dan berfoto-foto selayaknya keluarga yang hangat.
Pesanan pun tiba,mereka makan dan sangat menikmati malam yang indah itu. Selesai makan mereka
kembali kerumah dan segera beristirahat. Hari demi hari sudah terlewati dan tiba hari yang ditunggu tunggu, hari pengumuman masuk keperguruan tinggi. Sungguh, pengumuman ini sangat indah bagi Rangga yang dimana dia lulus di Universitas Lampung, jurusan Ilmu Hukum. Universitas dan jurusan itu adalah impian Rangga, dia senang tapi ada rasa sedih yang tidak rela meninggalkan Ayah, Ibu dan Adik yang dia sayangi. Soal kelulusannya masih disimpan, dan hanya Rangga sendiri yang tau, karena belum siap untuk memberi tahu kepada keluarganya.
Liburan smester ini keluarga yang hangat ini berlibur ke Bali, dan rencananya Rangga memberi tahunya
saat mereka di Bali. Sesampainya di Bali, mereka mengelilingi tempat-tempat wisata yang indah, tidak terasa hari sudah sore dan mereka bergegas ke hotel untuk makan malam dan beristirahat tetapi sesampai dihotel setelah makan mereka tidak langsung tidur atas permintaan Rangga.
“Ayah, Ibu, Gadis ada yang ingin Rangga sampaikan,, Puji Tuhan Rangga lulus diUniversitas Lampung,
jurusan Ilmu Hukum yang dimana itu adalah mimpi Rangga, ” ucap Rangga.
Gadis menjawab “Asikk akhirnya abang bakalan jadi calon mahasiswa dong, tapi sedih abang bakalan ga
sama-sama kita lagi dirumah”
“Tidak apa-apa abang merantau, asalkan abang bisa mempertanggung jawabkan pilihan abang, jangan
berhenti ditenggah jalan ya, ” ucap sang Ayah.
“Ibu mendukung bagaimana keputusan abang, ” jawab Ibu.
Liburan kali ini sangat berbeda, ada bahagia dan ada sedih, dan tidak terasa liburan berakhir dan mereka
kembali ke Jakarta untuk melanjutkan sekolah ataupun pekerjaan. Malam ini berbeda Gadis duduk sendiri dibelakang, melamun sambil mendengar musik, tiba-tiba abangnya menghampiri “Gadis kok masi disini melamun? awas kesambet, ” ucap Rangga.
Gadis menjawab “Tidak bang, Gadis tidak melamun kok, hanya kepikiran abang sebentar lagi akan merantau gada yang jagai Gadis lagi dong”. Rangga menjawab sambil merangkul Gadis “Hei jangan
sedihh walaupun abang merantau bukan berarti abang tidak pulang saat liburan dong, abang juga masi
bisa jaga Gadis, asal Gadis sering kabarin abang”. Mereka berdua berpelukan, sebagai mana abang dengan adeknya dan mereka berdua nangis karena mereka dari dulu sangat dekat dan saling menyayangi satu sama lain.
(Ditha Lase)
