Unika Santo Thomas Kembali Laksanakan Perkuliahan Online

MAHASISWA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unika Santo Thomas melaksanakan perkuliahan online melalui Zoom Meeting pada Selasa (12/12/2023). (FOTO: HO)

VERITASUNIKA.COM, UNIKA – Kampus I Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan kembali melakukan perkuliahan secara daring atau online mulai tanggal 11 hingga 21 Desember 2023. Perkuliahan dilakukan dari rumah masing-masing melalui aplikasi Zoom Meeting atau Google Meet mahasiswa.

Perkulihan secara online ini merupakan tindak lanjut dari  Surat Edaran Rektor Universitas Katolik Santo Thomas yang menhimbau agar perkuliahan dilakukan secara online. Ini sebagai bentuk antisipasi terhadap aksi mahasiswa yang mendapat sanksi rop out (DO) dan skorsing  dan untuk menjaga suasana sekitar lingkungan kampus agar tetap kondusif.

Untuk diketahui, sebanyak 19 mahasiswa Unika Santo Thomas mendapatkan sanksi dari universitas terkait aksi-aksi yang dilakukan sebelumnya. Enam mahasiswa diantaranya mendapatkan sanksi drop out (DO) dan 13 mahasiswa lainnya dikenakan sanksi skorsing selama dua semester terhitung dari  27 November 2023 hingga 1 September 2024.’

Tidak terima dengan keputusan tersebut, mahasiswa menyampaikan penolakan dan melakukan aksi demonstrasi dan aksi solidaritas oleh Aliansi Mahasiswa Unika Bersatu pada Senin (11/12/2023) di Unika Santo Thomas. Mengantipasi aksi tersebut, pada Sabtu (9/12/2023) pihak kampus mengeluarkan surat edaran bahwasanya perkulihan pada Senin (11/12/2023) akan dilakukan secara online. Namun pihak kampus kembali mengeluarkan surat edaran terkait perpanjangan perkuliahan secara online dari tanggal 12 hingga 21 Desember 2023.

Perkuliahan secara online ini dilakukan untuk seluruh mahasiswa kampus I Unika Santo Thomas.

Seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Pai Lassio  Siahaan mengungkapkan kekecewaannya terhadap perkuliahan online. Dirinya menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap pelaksanaan perkuliahan online.

”Orang tua saya merasa keberatan karena keseringan online. Saya juga merasa dirugikan karena harus online. Kuliah tatap muka saja belum tentu kita mengerti materi dari dosen apalagi secara online lewat Zoom. Jaringan juga kadang  tidak stabil. Jadi sangat mengganggu proses kuliah pada saat online. Seharusnya pihak kampus segera mengatasi masalah ini dalam waktu yang cepat, supaya para mahasiswa yang tidak ada sangkut pautnya bisa ke kampus dan kuliah seperti biasa,” ujarnya saat di wawancarai oleh tim VERITASUNIKA.COM pada Selasa (12/12/2023).

Berdasarkan pengamatan VERITASUNIKA.COM, sejumlah mahasiswa dan juga dosen merasa tidak puas dan tidak efektif ketika perkuliahan online dilaksanakan.  Hal ini terlihat dari mahasiswa yang tidak dapat fokus karena kendala jaringan, mahasiswa yang kuliah sambil tidur dengan mematikan kamera di Zoom dan beberapa dosen yang merasa kecewa karena tidak diperhatikan selama perkuliahan online berlangsung.

”Saya merasa kurang setuju perkuliahan online seperti ini, karena tidak semua mata kuliah bisa dijelaskan secara online. Karena kita kuliah offline saja sulit memahami terlebih lagi kuliah online. Dan kalau terus terusan online bagaimana nanti menghadapi orang tua. Pasti mereka khawatir nasib kita ke depannya kalau terus-terusan  terjadi aksi aksi demo begini,” kata mahasiswa FEB lainnya, Heppy Novitasari. (Pradipa Insani)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *