Ilustrasi “Puisi Dikala Hening”. (Foto: Pixabay.com)
Kenangan
Langit yang berjaga
Menyaksikan aku dan kau dengan sempurna….
Hari ku yang jenuh
Terhapus karnamu
Semua kenangan telah ludes
Ditindas egois yang menguasai hati
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada lagi yang menjawabku..
Selain hatiku
Jenuh
Jenuh yang diam…
Rasa yang membisu…
Kini telah berteriak
Selalu kunanti dirimu
Yang sudah hilang entah kemana
Sunyinya malam…
Yang mengiringi hari hariku
Tiada yang lebih indah selain hatiku
Gumpalan Rasa
Tawa yang panjang selalu terlempar
Layaknya kuas yang mengukir kanvas
Menjadi gambar yang sempurna dimata
Setitik inikah ……?
Sepi dan sunyi kembali membisu.
Kenapaa,…..?
Apakah cerita, tawa kita,kebersamaan kita..
Terlalu jenuh untukmu yang
Gamor berlari-lari……
Tidak Memaksa
Ku tak memaksamu….
Kau tak perlu tergesah- gesah
Untuk menyampaikan kisah kita
Karna bersamamu semua terasa indah
Cinta yang membara menyelimuti hati
Aku tidak bencii…
Tapi ego yang menguasai kita
(Anisa Sihite)
