
Foto: Natalia Br. Ginting
UNIKA, VERITASUNIKA.COM – Universitas Katolik Santo Thomas kini memiliki kantin yang representatif dan diresmikan pengoperasiannya pada Sabtu (26/8/2023). Acara peresmian ini dilakukan sekaligus untuk mengenalkan kantin Unika Santo Thomas kepada mahasiswa, dosen dan seluruh civitas akademika di lingkungan Unika. Harapannya agar semua orang terkhusus mahasiswa Unika dan dosen dapat mengunjungi kantin tersebut.
Acara persmian kantin Unika Santo Thomas dimulai dengan ibadat singkat yang dibawakan oleh RP Mikhael Manurung OFM.Cap, Vikjen (Vikaris Jenderal) Keuskupan Agung Medan dan secara resmi dilakukan pemotongan pita oleh Ketua Yayasan Santo Thomas, Anton Tampubolon, S.H. Selanjutnya diikuti dengan acara kata sambutan dan hiburan.
Pembina Yayasan Unika Santo Thomas, Pastor Erwin dalam sambutannya mengatakan, pengelolaan kantin Unika Santo Thomas terdiri dari tiga pihak yakni: Yayasan Unika Santo Thomas, Yayasan Don Bosco, dan Keuskupan Agung Medan (KAM).
“Kantin ini nantinya akan dilayani 15 pelayan dan dua diantaranya beragama Islam. Hal ini menggambarkan tidak adanya perbedaan agama dalam lingkungan Unika Santo Thomas,” kata Pastor Erwin, Sabtu (26/8/2023).
Harapan yang sama juga disampaikan Rektor Unika Santo Thomas, Prof. Maidin Gultom, S.H., M.Hum. Ia berharap kantin ini dapat membantu menyiapkan makanan yang sehat kepada seluruh mahasiswa.
“Khususnya bagi mahasiswa yang dekat dengan kantin ini yakni: Fakultas Teknik, FKIP, dan Ilmu Budaya tidak perlu mengeluarkan biaya keluar untuk mencari makan,” katanya.
Sedangkan perwakilan mahasiswa, Marta Nefiria Halawa menyampaikan terima kasih atas perhatian pihak kampus yang telah menyediakan kantin di kampus Unika Santo Thomas. Ia berharap kepada para pengelola kantin agar memperhatikan gizi makanan yang disajikan agar memberi manfaat kesehatan bagi yang mengonsumsinya.
“Karena kalau kami sehat tentunya para dosen juga ikut sehat sehingga proses belajar-mengajar berjalan dengan baik. Semoga dengan adanya kantin ini bisa memberi berkat untuk kita semua yang berada di lingkungan Unika Santo Thomas,” ujar Marta. (Natalia Ginting)
