Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Unika Santo Thomas melakukan kegiatan pembuatan Pestisida Nabati di gedung Fakultas Pertanian Unika Santo Thomas, Rabu (14/09/2022). (Foto: Tasya Arifiana)
UNIKA, VERITASUNIKA.COM – Mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas pertanian Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan melakukan kegiatan pembuatan pestisida nabati dari ekstrak tumbuhan alang-alang (Imperata cylindrical). Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Fakultas Pertanian Unika Santo Thomas Medan, Rabu (14/09/2022). Kegiatan ini dibimbing oleh Arkhiadi Benauli, SP., M.Agr selaku dosen pengampu mata kuliah dan di ikuti sebanyak 30 orang mahasiswa/i.
Selain menjadikan nya sebagai syarat lulus mata kuliah, kegiatan ini merupakan satu bentuk dukungan akan pertanian organik yang menghasilkan tanaman pangan yang sehat tanpa banyak mengandung residu pestisida kimia. Mahasiswa/i diarahkan untuk melakukan tahapan-tahapan pembuatan nya melalui buku panduan praktikum yang sudah disiapkan.
Mulai dari proses pengambilan alang-alang di sekitaran lahan universitas katolik santo Thomas kemudian proses pembersihan tanaman nya. Selanjutnya, di potong kecil-kecil dan alang-alang tadi dihaluskan dengan menggunakan blender khusus lalu disaring. Kemudian pencampuran dengan alkohol 96% dengan larutan aquadest dan di aduk hingga homogen kemudian di diamkan selama 1 minggu. Setelah itu, pestisida tersebut dapat diaplikasikan kepada tanaman agar tidak terserang hama dan penyakit di sekitaran Fakultas Pertanian Universitas Katolik Santo Thomas.
“Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Orang pertanian harus memahami bagaimana manusia dengan alam saling membutuhkan dan jangan merusak karena keserakahan,” Jelas dosen pengampu mata kuliah, Arkhiadi Benauli.
Alang-alang yang kerap menjadi gulma dilahan pertanian mengandung alelopati yang bersifat toxic menghambat pertumbuhan tanaman budidaya karena terjadi persaingan unsur hara yang kuat di dalam tanah, ternyata kandungan senyawa dengan metabolit nya berpotensi digunakan sebagai pestisida nabati yang ramah lingkungan dan dapat digunakan secara berlanjut.
Arkhiadi juga menambahkan bahwa Indonesia yang dikenal dengan negara agraris harus memperhatikan sistem pertanian berkelanjutan. Hal ini didasari karena krisis nya tanah sehat di Indonesia menjadikan pentingnya ilmu pengetahuan tentang penggunaan pestisida yang bijaksana. Karena penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman adalah salah satu bagian penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan kualitas serta kuantitas produksi. (Tasya Arifiana)
