Categories Artikel

Strategi Milenial Sebagai Agent of Change Pasca Pandemi BEMO (Belajar Lebih Efektif dengan Online Games)

Naskah Juara 1 Lomba Menulis Artikel Nasional (FOTO DOK https://primaindisoft.com)

Juara 1 Lomba Menulis Artikel Nasional Komunitas Veritas 2021

Oleh: Desi Ike Sari


Tidak terasa kita semua sudah terdampak pandemi covid19 selama hampir
2 tahun. Sudah hampir 2 tahun pula para pelajar tidak pergi ke institusi pendidikan,
tidak melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) lagi, melainkan melakukan
pembelajaran jarak jauh (PJJ). Banyak sekali perubahan dan dampak yang kita
semua rasakan, terutama dalam hal pendidikan. Kita semua harus belajar
beradaptasi dengan keadaan. Para Pelajar harus menerima banyak sekali tugas dan
tidak sedikit juga yang melalaikan tugas belajarnya. Pendidik pun merasa
kewalahan karena harus selalu mengingatkan anak didiknya untuk bergabung video
meeting atau meminta untuk mengerjakan tugas berkali kali yang seringkali tidak
didengar dan dilupakan. Kita semua merasakan keresahan yang sama, tidak hanya
pelajar akan tetapi pendidik pun masih belajar menyesuaikan dengan keadaan baru
atau yang kita sebut dengan new normal. Beberapa dampak yang terjadi di dalam
dunia pendidikan seharusnya bisa kita minimalisir dengan menerapkan win win
solution. Think win win atau saling menguntungkan bisa menjadi jalan tengah agar
para pelajar dan pendidik sama-sama senang dalam kegiatan belajar mengajar
secara online. Itulah salah satu habit yang ada di buku The 7 Habits of Highly
Effective People. Dengan lebih mengerti tentang think win win, akhirnya hadirlah
solusi dari beberapa dampak pandemi covid19 dan belajar cara bagaimana agar bisa
menguntungkan satu sama lain. Mari kita perhatikan kesulitan yang dialami pelajar
dan pendidik, mencoba saling memahami situasi masing-masing, lalu melihat apa
yang disukai pelajar dan memudahkan pendidik.


Pelajar Menjadi Kurang Terkontrol


Berubahnya sistem pendidikan satu tahun belakangan dari PTM menjadi PJJ
membuat kurangnya motivasi terhadap para pelajar terutama pelajar di SD, SMP,
dan SMA. Banyak sekali orang tua yang mengeluhkan anaknya yang selalu bermain
game dirumah, dan tidur sampai larut malam. Beberapa orang tua para pelajar yang sibuk bekerja tidak sempat mengontrol anaknya yang sedang di depan laptop
ternyata tidak belajar melainkan membuka berbagai games dan sosial media.
Keluhan tersebut akhirnya sampai ke para pendidik yang padahal para
pendidik pun tidak sedikit yang merasakan keluhan yang sama, dari peserta didik
yang tidak mengumpulkan tugas, tidak menghadiri video meeting, walau sudah
diingatkan dan di telepon berkali kali tetap saja tidak ada jawaban.
Berbagai hal tersebut menyebabkan peserta didik menjadi malas karena
kurang terkontrol. Dengan diadakannya PJJ anak lebih banyak berinteraksi dengan
gadget mereka dan membuat mereka lalai dalam mengerjakan tugasnya.


Kurangnya Inovasi yang dilakukan Pendidik dan Institusi Pendidikan


Tidak sedikit pendidik yang hanya berfokus pada tugas saat melakukan PJJ,
tentunya tidak sedikit pula anak yang mengeluh dikarenakan hampir semua
pendidik memberikan tugas. Kurang lebih kegiatan PJJ yang dilakukan pendidik
hampir semuanya sama, meminta peserta didik mengirimkan tugas di aplikasi
whatsApp, google classroom dsb., lalu meminta anak utuk bergabung dalam video
meeting. Bahkan tidak sedikit pendidik yang tidak melakukan video meeting karena
terkendala dengan koneksi dll. Terlebih lagi di beberapa institusi pendidikan masih
belum memfasilitasi kegiatan PJJ ini. Kurangnya inovasi dan ketidaksiapan
pendidik dan institusi dalam mengajar online menjadi salah satu masalah besar.
Menurut saya PJJ menjadikan lebih banyak miscommunication terhadap
orang tua, pendidik dan peserta didik. anak lebih banyak bersama gadget dan main
game. Tentunya jika PJJ akan terus berlanjut, dibutuhkan kerjasama dari semua
pihak.


Memanfaatkan Hobi Pelajar Sebagai Media Untuk Belajar


Setelah melihat beberapa masalah yang ada disaat PJJ, alangkah baiknya
jika kita kembali ke think win win. Seorang pendidik harus mencari kesenangan
pelajar saat bersama gadget-nya agar pembelajaran yang diinginkan bisa jauh lebih
efektif. Salah satu yang disukai pelajar adalah bermain game online. Selain gameonline yang dimainkan anak zaman sekarang, sebenarnya banyak sekali game
online yang mengedukasi jika kita mencari informasi tersebut. Contohnya untuk
pembelajaran Bahasa Inggris ada beberapa games untuk belajar grammar atau
interactive grammar games yang bisa kita temukan secara online, seperti The
Grammar of Doom, Grammar Wars, Grammar Bubble dll., seperti yang disebutkan
oleh Pokrivčáková (2015).
Sebagai guru bahasa Inggris, beberapa games diatas sudah pernah saya coba
dan mendapatkan feddback yang positif dari para pelajar. Mereka senang bermain
games dan mengerti apa yang sedang mereka
pelajari. seperti itulah kurang lebih win win solution
yang saya terapkan. Salah satu games yang sering
saya pakai adalah Grammar Bubbles. Para pelajar
memang cenderung bosan atau kesulitan saat
mempelajari struktur bahasa Inggris (grammar).
Dengan menggunakan Grammar Bubbles
https://www.gamestolearnenglish.com/bubblesenglish/ ada beberapa pilihan kategori grammar
yang bisa dipilih sesuai dengan materi saat itu.
Kemudian para pelajar akan menyatukan katakata menjadi kalimat yang tepat dan benar. Jika sudah selesai mereka akan
mengetahui berapa kecepatan mereka dalam mengerjakan. Jika ada teman mereka
yang lebih cepat tentunya mereka terdorong ingin mengerjakannya lagi sampai
mereka menjadi yang tercepat. Terkadang saya juga memakai The Grammar of
Dooms, disitu lebih banyak lagi kategori yang bisa dipakai. Beberapa games
tersebut juga tetap bisa kita pakai disaat PJJ berakhir, jika para pelajar diizinkan
membawa laptop atau mengerjakannya di lab computer.
Memanfaatkan video game yang ada di internet yang bisa dipakai saat
pandemi dan pasca pandemi membuat siswa tidak terlalu jenuh lagi dan bisa
dijadikan win win solution antara pelajar dan pendidik , pelajar senang pendidik pun
tenang.

DAFTAR PUSTAKA


Covey, Stephen R. (1997). The 7 Habits of Highly Effective People, Restoring the
Character Ethic. London:Simon & Sschuster Inc.
Pokrivčáková, S. et al. (2015). CALL and Foreign Language Education: e-textbook
for foreign language teachers.
https://www.english-online.org.uk/games/gamezone2.htm
https://www.gamestolearnenglish.com/bubbles-english

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *