UNIKA, VERITASUNIKA.COM – KABAR baik bagi Komunitas Veritas tiba di pertengahan Juni 2021. Anggota Komunitas Veritas, Veronika Situmorang (Fakultas Ekonomi Akuntansi 2018) meraih juara favorit dalam Lomba Cerita Budaya Desaku yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud RI) pada Mei-Juni 2021. Lomba ini digelar secara berkelompok dan Veronika berpartner dengan adik kandungnya yakni Selpy Situmorang dan Elji Situmorang dengan mengusung nama kelompok: Satahi Saoloan.
Lomba ini menceritakan keunikan budaya di desa masing-masing peserta yang di unggah ke kanal YouTube masing-masing peserta.
Pada lomba ini, Grup Satahi Saoloan mengangkat cerita tarian di desa Pasaran Parsaoran sebagai desa tempat mereka tinggal. Judul karya mereka adalah “Budaya Tortor Tidak Akan Pernah Lekang dari Desa Pasaran Parsaoran.”
Veronika menjelaskan bahwa kegiatan ini diambil saat mereka melihat situasi yang ada di desanya, Dimana mereka melihat tidak ada budaya yang terlalu menonjol di desanya sehingga mereka berpikir akan jauh lebih baik untuk mengembangkan budaya batak yang sudah terpelihara lama di desa mereka yaitu tarian Tortor. Sehingga video yang mereka buat tersebut menceritakan keberadaan Tortor yang tetap dipelihara di desa Pasaran Parsaoran.
Dalam proses pembuatan Veronika dkk sempat mengalami kendala saat melakukan proses editing video.
“Kami mengalami kesulitan terbesar itu pada saat editing video karena editing video cukup rumit ditambah kita tidak begitu pro terhadap editing video namun kami tetap berusaha mengedit video tersebut dengan baik sesuai yang kami mampu,” ucap Veronika kepada Veritasunika.com Sabtu, (19/06/2021).
Setelah menyelesaikan editing video dan mengunggah ke kanal youtube mereka. Veronika dkk tinggal menunggu hasil dan ketika hasil tersebut keluar, Veronika dkk awalnya ragu untuk membuka pengumuman pada Kamis, 17 Juni 2021, mengingat peserta yang ikut serta sebanyak 1884 pendaftar dan 630 karya video, apalagi kualitas peralatan yang digunakan untuk merekam gambar juga masih sederhana (handphone) dibandingkan kamera video. Tapi saat membuka pengumuman pemenang, ternyata karya video tersebut berhasil memikat dewan juri dan meraih juara favorit.
Kemenangan mereka sebagai juara favorit diapresiasi dengan hadiah yang mereka dapatkan sebesar Rp10.000.000
“Kami sangat bangga ketika mengetahi hasilnya dan sebenarnya sangat terkejut melihat hasilnya, ini sungguh luar biasa dan kami harap kedepannya kami bisa bekarya di manapun berada dan mampu menjadi generasi emas Desa Pasaran Pasaoran dan membawa pasaran Pasaoran lebih maju lagi,” ucap Veronika
Tidak hanya itu, Veronika juga berharap kemenangan ini menjadi semangat baginya untuk berprestasi di lomba lain dan menginspirasi mahasiswa Unika Santo Thomas lainnya untuk berprestasi. (Josua Sirait)


