ILUSTRASI Cerpen Persahabatan Si Kucing dan Si Burung (FOTO : Pixabay.com)
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh hutan lebat, hiduplah seekor kucing bernama Kiki. Kiki adalah kucing yang sangat cerdik dan lincah. Ia sering berlari-lari di halaman rumah penduduk desa, mencari mangsa dan bermain-main dengan teman-temannya yang lain.
Suatu ketika, saat Kiki sedang berjemur di bawah sinar matahari pagi, ia mendengar suara riuh dari arah pohon besar. Dengan rasa penasaran ia pergi mencari sumber suara itu, Kiki menghampiri suara tersebut dan melihat ada seekor burung kecil sedang terjatuh kebawah tanah bersamaan dengan sangkarnya. Ternyanta burung itu Bernama bobo, bobo yang adalah seharusnya menjadi mangsa si kiki. Akan tetapi kiki tiak merasa ingin memakannya melainkan ada rasa iba yang timbul dari lubuk hati kiki terhadap keadaan bobo. Ia menghampiri bobo dan berkata
“Ada apa, Bobo kenapa kau begitu terlihat ketakutan?” tanya Kiki.
Bobo menggelengkan kepala dengan kepala dengan wajah sedihnya dan berkata pelan. “pada saat itu aku sedang bersantai disarangku tiba-tiba Angin kencang datang dari sudut timur dan membuat sarangku roboh dan akupun ikut terjatuh, dan aku tidak bisa terbang tinggi lagi untuk kembali ke atas karena salah satau sayapku patah.”
Kiki pun melihat keatas dan membanyangkan bagaimana bobo terbang dan tinggal Bahagia disarangnya. Kiki pun merasa iba melihat Bobo yang kecil dan lemah. Ia sadar bahwa burung biasanya adalah musuh dan mangsa yang menjadi favorit bagi para kucing, tetapi hatinya berkata lain, dia pun membalas dengan kata-kata lembut. “Jangan khawatir, Bobo. Aku akan membantumu,” kata Kiki pada bobo dengan penuh keyakinan. Bobo hanya menatap kiki dengan penuh harap, karena bagaimanapun tinggal dibawah bukan dipohon adalah pasti berbahaya bagi bobo untuk hidup.
Kikipun berpikir sejenak mencari cara bagaimana ia dapat membantu bobo dan lalu ia berkata, “Aku akan memanjat pohon ini dan membantu mengangkatmu kembali ke sarangmu.” Bobo menatap Kiki dengan sedikit ragu, akan tetapi ia tidak punya pilihan lain selain menerima bantuan dari kiki. Kiki berpiir bahwa untuk membawa bobo keatas pohon ia harus menggigit bobo tanpa menyakitinya dan Kiki akan memanjat pohon dengan kempat kakinya.
“maafkan aku yang harus memabwamu dengan menggigitmu, karena ini adalah salah satu cara untuk membawamu keatas aku harus menggunakan mulutku untuk membawamu!” kata kiki pada bobo
“tidak masalah kiki, aku percaya padamu kamu tidak akan menyakitiku” balas bobo. Dengan hati-hati kiki menggigit bobo namun tidak sampai tersakiti. Kiki menggunakan cakarnya untuk memanjat pohon besar itu dan membawa bobo kembali ke sarangnya. Setelah beberapa usaha, akhirnya kiki berhasil membawa bobo ke sarang dengan aman. Ia meletakkan bobo dengan hati- hati disarangnya.
“bobo sekarang kau sudah sampai disarangmu, semoga lukamu cepat sembuh ya”ucap kiki pada
“Terima kasih, Kiki! Kau benar-benar teman yang baik,” kata Bobo dengan penuh rasa syukur.
“tidak masalah, baiklah aku akan turun sekarang jaga dirimu baik-baik bobo” kata kiki lagi, ia turun dengan cepat dari atas pohon meinggalkan bobo disarangnya
“baik kiki kau akan menjadi sahabatku yang aan selalu kukenang” kata bobo
“terima kasih bobo sudah menjadi sahabatku, aku sangat Bahagia bisa bersahabat denganmu, jadi aku pamit turun dulu ya” balas kiki
“Dada kiki semoga harimu terus Bahagia” seru bobo dari atas sarangnya menatap kiki yang turun dengan cepat
Sejak hari itu, Kiki dan Bobo pun menjadi sahabat. Mereka sering bermain bersama, dan Kiki mendapat Pelajaran bahwa setiap hewan tidak harus saling bermusuhan ia juga belajar untuk tidak melihat Bobo sebagai mangsa, melainkan sebagai teman. Kiki mengajarkan Bobo cara bermain di tanah, sementara Bobo mengajari Kiki cara terbang rendah dan menikmati keindahan dari atas.
Mereka berdua menjadi contoh bagi hewan-hewan lain di desa. Persahabatan mereka menunjukkan bahwa meskipun berasal dari jenis yang berbeda, mereka bisa saling membantu dan menghargai satu sama lain. Kiki dan Bobo mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk menjalin persahabatan yang tulus.
(Setia Gita)
