Categories Puisi Rehat

Kumpulan Puisi Harapan

ILUSTRASI Kumpulan Puisi Harapan (FOTO : Pinterest.com)

Ladang Bunga Edelweiss

Di hamparan gunung tinggi nan sepi,

Edelweiss bermekaran, putih suci,

Simbol cinta abadi, hati terpatri,

Harapan bahagia, kan terwujud nanti.

Bunga abadi, takkan pernah layu,

Menari-nari ditiup angin sepoi-sepoi,

Cinta sejati, kan selalu menyatu,

Dalam dekapan kasih, hati takkan tergoyah.

Di antara bebatuan, ia tetap tegar,

Menyimpan mimpi, yang selalu segar,

Kesetiaan abadi, takkan pernah pudar,

Menyulam harapan, di hati yang terdalam.

Mekarlah selalu, bunga Edelweiss putih,

Simbol harapan, bahagia yang tak terhingga,

Cinta abadi, kan selalu bersemi,

Menyirami jiwa, dengan kasih yang tercipta.

Fragmen Kebahagiaan

Seutas benang sutra, halus dan putih,

Menyambung asa, di hati yang resah,

Seuntai harapan, dalam sunyi sepi,

Mencari terang, di jalan yang berliku.

Tetesan embun pagi, membasahi dedaunan,

Secercah cahaya, menerobos awan kelam,

Senyum anak kecil, riang gembira,

Menyulam fragmen, kebahagiaan yang tersimpan.

Langkah kaki ringan, menuju mentari,

Mencari kepingan, yang hilang entah di mana,

Kebahagiaan dirajut, perlahan-lahan,

Suatu hari nanti, kan tercipta sempurna.

Jejak Langkah Kaki Telanjang

Di tanah berpasir, langkah kaki telanjang,

Menelusuri pantai, di bawah mentari,

Hati tenang damai, tanpa beban menanggung,

Mencari kebahagiaan, yang sederhana adanya.

Embusan angin sepoi, membelai wajah,

Debu lembut terasa, di antara jari kaki,

Suara ombak berbisik, irama syahdu merdu,

Menemani langkah, menuju cita-cita.

Kebahagiaan sederhana, terpancar dari hati,

Bukan harta benda, yang selalu di cari,

Namun kedamaian jiwa, yang selalu abadi,

Jejak kaki telanjang, menuju surga hati.

Senyum di Balik Hujan

Hujan rintik membasahi bumi pertiwi,

Mencurahkan duka, yang menggenangi hati,

Namun di baliknya, ada senyum yang tegar,

Harapan membuncah, takkan pernah mati.

Gelapnya awan, menutupi mentari,

Bayangan kesedihan, menguasai segalanya,

Namun hati tetap teguh, takkan pernah menyerah,

Mencari cahaya, di balik hujan yang deras.

Walau badai menerjang, dan cobaan datang,

Senyum tetap terukir, di wajah yang tegar,

Kebahagiaan akan tiba, suatu hari nanti,

Harapan tetap hidup, di balik hujan yang deras.

(Cinthya Agatha Sinaga)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *