ILUSTRASI Opini “AI Sebagai Solusi”. (FOTO : Pinterest.com)
Di era globalisasi saat ini, dunia terasa begitu cepat. Banyak perubahan yang terjadi tanpa batas ruang dan waktu. Dalam perkembangannya, globalisasi telah menyentuh berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali aspek pendidikan. Kini, globalisasi telah menyentuh dunia pendidikan. Banyak perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan di era globalisasi ini. Perubahan tersebut dapat berupa tantangan dan sekaligus peluang tergantung bagaimana kita menggunakannya.
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu contoh nyata perkembangan globalisasi dalam dunia pendidikan. Kecerdasan buatan atau sering disebut AI ini telah memberikan kontribusi yang begitu jelas dan nyata dalam dunia pendidikan. Banyak dampak yang terjadi dalam dunia pendidikan dengan hadirnya AI ini. Tidak sedikit pelajar yang merasa terbantu dengan kehadiran AI ini. Namun, di sisi lain juga menimbulkan dampak buruk yang apabila dibiarkan akan menjadi masalah dalam dunia pendidikan.
Berdasarkan data dari https://www.kompas.com (26/1/2024) AI sangat berpotensi menyebabkan kesenjangan dalam dunia pendidikan. Misalnya Jadi berdasarkan data tersebut, AI memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak ini perlu disikapi dengan bijak agar hendaknya, dampak kehadiran AI ini menjadi solusi atas masalah yang dihadapi oleh penggunanya. Berangkat dari data yang ada, penulis memandang bahwa, AI harus disikapi dengan baik dan bijaksana. Karena bagaimana pun, AI telah menjadi bagian dari kehidupan. AI sebagai bentuk nyata perkembangan di era globalisasi tidak dapat dicegah. Melainkan, AI harus disikapi dengan bijak, dihadapi sebagai solusi atas masalah, dan hendaknya agar pemanfaatan AI menjadi peluang bukan menjadi tantangan. Maka dari itu, AI harus digunakan dengan bijaksana.
Ketergantungan
Dalam perkembangan dunia digital saat ini, kehadiran AI menjadi salah satu bukti globalisasi di dunia pendidikan. AI terbukti nyata memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan. Misalnya akses terhadap informasi. Akses terhadap informasi saat ini telah mengalami perubahan yang sangat signifikan. AI menyediakan informasi yang sangat beragam dan dalam waktu yang sangat singkat. AI menyediakan jawaban dalam waktu yang sangat cepat. Namun di samping itu, masalah terhadap keakuratan data dan ketergantungan menjadi isu yang tak ada habisnya untuk di bahas.
Dalam dunia pendidikan, AI telah memberikan solusi sekaligus tantangan. Tidak sedikit mahasiswa yang menggunakan AI sebagai jalan ninja dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Masalah yang muncul adalah, kemampuan daya kritis mahasiswa telah dipertanyakan. Selain daya kritis, penulis memandang bahwa ketergantungan akan AI menjadi masalah yang harus digarisbawahi.
Tidak sedikit mahasiswa yang ketergantungan dengan AI ini sebagai sumber jawaban dalam mengerjakan tugas. Padahal jika hal ini dibiarkan, akan menciptakan mahasiswa yang tidak memiliki daya saing. Ketergantungan terhadap AI, sebut saja ChatGPT, akan menciptakan mahasiswa yang tidak mampu menggunakan kemampuan intelektualnya dengan tepat.
Perlu dipertegas kembali bahwa tidak sedikit mahasiswa yang hanya mencari jawaban tanpa berpikir kritis. Apabila hal ini dibiarkan akan berdampak pada kemampuan intelektual mahasiswa yang semakin menurun. Kemampuan intelektual yang tidak diasah akan menghasilkan sarjanawan yang tidak kompeten.
AI Sebagai Solusi
AI merupakan anugerah yang harus disyukuri. Karena bagaimana pun, AI telah memberikan kemudahan dalam hidup. Khususnya kepada mahasiswa yang sangat mudah untuk mencari informasi. Hendaknya AI dijadikan sebagai solusi dalam mengerjakan tugas apabila belum atau merasa kurang cukup dalam informasi yang diberikan oleh pendidik. Bukan sebaliknya.
Penulis mengajak mahasiswa agar menggunakan AI sebagai salah satu jalan alternatif dalam mengerjakan tugas, bukan jalan satu-satunya. AI merupakan teknologi yang mungkin saja salah dalam menampilkan jawaban yang diberikan. Maka dari itu, penulis mengajak agar informasi yang diberikan oleh AI digunakan dengan bijaksana.
Selain itu, penulis mengingatkan agar siapa saja menggunakan AI dengan bijaksana. Jangan menggunakan AI sebagai jalan satu-satunya dalam memecahkan masalah. AI hanyalah buatan manusia yang sanat rentan terjadi kesalahan dalam informasi.
Perlu diakui bahwa AI sangat memberikan kemudahan dalam menyelesaikan tugas-tugas khususnya perkuliahan. Maka dari itu, kemudahan yang diberikan AI ini haruslah dimanfaatkan dengan bijaksana. Sebagai contoh, menggunakan AI sebagai sarana membantu mengerjakan tugas apabila telah tidak ada lagi jalan lain.
Penulis memandang bahwa AI adalah peluang untuk mengeksplor lebih banyak informasi. AI memberikan solusi kepada mahasiswa dalam memecahkan masalah. AI menjadi solusi apabila informasi yang diterima oleh mahasiswa dirasa kurang cukup.
Dalam hal mengerjakan tugas, penulis mengajak agar menjadikan AI sebagai sumber alternatif jawaban, bukan sumber satu-satunya jawaban. Maka dari itu, haruslah AI dijadikan sebagai alat pelengkap bukan alat utama dalam mengerjakan tugas. Ini perlu digarisbawahi, karena bagaimana pun, jangan sampai AI menjadi sumber utama jawaban atas tugas.
Terakhir, penulis mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk menggunakan AI dengan bijaksana. Bijaksana dalam hal apa pun khususnya dalam mencerna jawaban yang diberikan oleh AI ini. karena AI adalah buatan manusia. Jadi rentan untuk terjadi kesalahan. Mari jadikan AI sebagai solusi memenuhi informasi yang kurang lengkap, bukan sumber satu-satunya informasi.
(Putri Artama)
