Categories Artikel

Sistem Klasifikasi Kelas Daring dan Luring Bersamaan Pembuatan Modul Estetik sebagai Solusi Penyelenggaraan Pendidikan Pasca Pandemi

Juara 6 Lomba Menulis Artikel Nasional 2021 : Pembuatan Modul Estentik Sebagai solusi Pendidikan pasca pandemi ( FOTO DOK : https://onlinelearning.binus.ac.id/)

OLEH : Wandi Saputra

Sistem pendidikan nasional saat ini tengah mengalami tranformasi besarbesaran akibat efek pandemi Covid-19. Selama setahun belakangan, sistem belajar mengajar telah beralih pelaksanaannya dari aktivitas tatap muka menjadi PJJ (pembelajaran jarak jauh) baik di jenjang sekolah hingga perguruan tinggi. Selama ini peserta didik mengira bahwa program PJJ adalah kebijakan dadakan pemerintah demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Padahal PJJ atau ini
sudah lama dicanangkan pemerintah sebelum terjadi pandemi sebagai bentuk rancangan pendidikan yang menyesuaikan perkembangan zaman.

Kondisi Indonesia saat ini belum benar-benar aman dari infeksi Covid-19 meski di beberapa daerah sedang menunjukkan tren penurunan. Dilaporkan dari CNN Indonesia (06/03/2021) bahwa sekolah dan perguruan tinggi rencananya dibuka menjelang Juli 2021 tentunya usai vaksinasi dilakukan. Ini menjadi berita baik khususnya bagi peserta didik di tengah kegagapan mereka menjalankan PJJ. Namun tidak ada yang tahu pasti apakah rencana tersebut akan terealisasi sementara vaksinasi kepada masyarakat masih molor menyusul penemuan varian baru Covid-19.

Menurut Pujilestari (2020: 51) ada sejumlah dampak positif dibalik pembelajaran sistem daring pasca pandemi, salah satunya pemanfaatan kemajuan IT (Information Technology). Teknologi dan berbagai macam perangkatnya membantu manusia di segala aspek kehidupan termasuk pendidikan. Selama periode pandemi, nyaris seluruh kegiatan pendidikan di tanah air dilaksanakan secara daring dan melibatkan berbagai platform pendukung pembelajaran. Meski terkesan memaksakan, namun justru kebijakan inilah yang turut menjadikan pendidikan nasional seolah-olah menyesuaikan alur relevansi zaman.

Begitu banyak strategi dan rencana pemerintah dalam mempersiapkan situasi pasca pandemi nanti di sektor pendidikan. Salah satu rencana serius kementrian saat ini yaitu membuka kembali sekolah tatap muka dalam waktu
dekat dengan program blended learning dilansir dari kumparan (29/01/2021). Intinya, sekolah di tanah air akan menganut sistem campuran antara daring dan konvensional.

Jika pihak sekolah akan memberlakukan metode blended learning bagi para peserta didiknya, maka pelaksanaannya harus terjadwal dengan baik dan matang. Para guru diharapkan dapat mempertimbangkan klasifikasi daring dan
luring dengan tepat bagi setiap jenjang kelas. Beberapa pertimbangan yang dapat dilakukan diantaranya adalah menerapkan sistem luring bagi bidang studi praktikum, agama, seni, komputer, dan olahraga. Sebaliknya bidang studi berbasis teori cukup dilakukan secara daring. Pertimbangan ini dirasa fleksibel diterapkan untuk tiap jenjang, baik SD, SMP, dan SMA sederajat.

Untuk mengkategorikan sistem daring dan luring agar lebih spesifik dapat dibedakan melalui hari pelaksanaan dan jam pelajarannya. Hal tersebut bertujuan agar dalam satu hari berjalan, peserta didik hanya berfokus pada satu sistem saja.
Misalnya, jenjang SD memberlakukan sistem luring bagi siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 di hari Senin, Selasa, hingga Rabu. Sementara di hari berikutnya, mereka diserahkan ke orang tua untuk belajar dari rumah. Kemudian bagi siswa-siswi
kelas 1, 2, dan 3 justru akan didaringkan sejak senin hingga rabu, sementara kamis hingga sabtu dilakukan secara luring.

Sistem klasifikasi kelas daring dan luring di era pasca pandemi bukan berarti menambah waktu libur peserta didik, melainkan untuk menyeimbangkan waktu mereka di bawah pengawasan guru dan keluarga. Pemberlakukan sistem
daring selama tiga hari secara tidak langsung dapat meminimalkan kesibukan dan kekhawatiran orang tua terhadap padatnya lalu lintas selama proses antar jemput. Di kesempatan lain, peserta didik juga tidak kehilangan interaksi bersama teman dan lingkungan sekolah karena sistem luring juga diterapkan tiga hari berikutnya.

Terlepas dari pengkategorian sistem daring maupun luring, semua kembali kepada kebijakan guru dan sekolah terkait materi yang hendak diajarkan. Jika suatu materi dianggap sulit dan tidak memungkinkan untuk dilakukan secara
daring, maka guru bersangkutan diberikan hak untuk mengajar secara konvensional di ruang kelas dengan syarat perizinan wali peserta didik. Terkhusus pada materi yang didaringkan, guru dianjurkan untuk menyampaikan terlebih
dahulu isi materi baik melalui media pertemuan virtual, video pembelajaran, ebook atau platform lainnya sebelum diadakan evaluasi dan pembagian tugas untuk peserta didik secara menyeluruh.

Ada beberapa alasan kenapa PJJ umumnya tidak disenangi oleh peserta didik, salah satunya pemahaman minim terhadap suatu materi karena terbatasnya interaksi mereka dengan guru. Mayoritas peserta didik tidak dapat leluasa
mengajukan pertanyaan dan penguatan informasi dari suatu materi. Terlebih lagi masih banyak dari kalangan peserta didik yang kebingungan mengakses sumber bacaan di internet. Sebagian besar dari mereka menyalin habis jawaban dari google tanpa perlu memahami kembali jawaban itu. Hal tersebut merupakan bukti dari ketidakefektifan pelaksanaan PJJ selama ini.

PJJ seharusnya tidak melulu menuntut kemandirian peserta didik, tetapi juga kreativitas gurunya. Selama ini guru hanya menyajikan pengajaran yang seadanya sementara peserta didik membutuhkan metode baru yang menyenangkan. Oleh karena itulah pihak sekolah perlu membuat terobosan baru, yakni membuat modul estetik (aesthetic modul). Modul estetik adalah modul bergambar yang berisi rangkuman pembelajaran yang hendak diajarkan dan disertai dengan evaluasi atau pengayaan di bagian akhir. Modul ini dibuat dengan memanfaatkan Microsoft Word atau Powerpoint, lalu dibagikan dalam format PDF (Portable Document Format) ke seluruh peserta didik.

Modul estetik akan digunakan pada saat PJJ saja dan dibuat semenarik mungkin dengan isi materi yang lengkap dan sesuai panduan RPS guru masing-masing. Program modul estetik bagi setiap bidang studi bertujuan untuk meningkatkan tingkat literasi siswa dan pemahamannya dalam menyerap materi pembelajaran. Dengan pengadaan modul estetik juga menuntut para pendidik untuk mengembangkan hardskill di bidang desain grafis.

Daftar Pustaka

Pujilestari, Yulita. 2020. Dampak Positif Pembelajaran Online dalam Sistem Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi Covid-19. Junal Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan, 4 (1): 49-56. Stiyawan, Wahyu, 2021, Penerapan Metode Blended Learning Pasca Pandemi Covid-19, release media, 29 Januari, kumparan.com, dilihat 31 Mei 2021, Subaidi, Ahmad, 2021, Kampus Boleh Buka Juli 2021 Usai Vaksinasi Covid-19 Mahasiswa, release media, 6 Maret, cnn.indonesia.com, dilihat 25 April 2021,>

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *