Rektor Unika Santo Thomas Medan Dilantik, Kepala LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara Berharap Perjuangkan Akreditasi A

Rektor Unika Santo Thomas Medan Dilantik, Kepala LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara Berharap Perjuangkan Akreditasi A
SIHOL Situngkir (no 3 dari kanan) dilantik sebagai Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan periode 2020-2024 di Gedung Bina Media Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Rabu (15/7/2020).(FOTO: DOK UNIKA SANTO THOMAS)

UNIKA, VERITASUNIKA.COM – Pengurus Yayasan Santo Thomas melantik Sihol Situngkir sebagai Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan periode 2020-2024 di Gedung Bina Media Universitas Katolik Santo Thomas Jalan Setia Budi Medan, Kecamatan Medan, Rabu (15/7/2020).

Pelantikan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekda Provinsi Sumatera Utara Sabrina, Ketua Yayasan Santo Thomas Pirma Simbolon, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut Dian Armanto, anggota DPD RI WTP. Simarmata. para petinggi Unika Santo Thomas, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut atau yang mewakili serta sejumlah Bupati/Walikota di Sumatera Utara.

Acara pelantikan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan pengangkatan Rektor Unika Santo Thomas yang akan dilantik.

Pelantikan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ketua LL Dikti Wilayah 1 Sumatera Utara Dian Armanto dalam sambutannya mengatakan, ada dua hal penting yang harus diperhatikan pimpinan dan manajemen perguruan tinggi dalam melakukan pengelolaan. Keduanya ialah kampus sehat dan berkualitas. Menurut beliau, saat ini Unika Santo Thomas telah mencapai kampus sehat. Hal ini, diukur dari perguruan tinggi terdaftar, prodi terdaftar dan indikator lainnya.

“Sekarang yang menjadi tantangan adalah menjadi kampus yang berkualitas. Salah satunya yakni akreditasi. Dari 223 PTS di Sumut, hanya satu yang akreditasi A. Saya berharap Unika Santo Thomas juga harus berjuang untuk meningkatkan akreditasi menjadi A. Cara yang pertama adalah dengan mengadakan penelitian, membuat jurnal, dan juga membuat karya ilmiah. Selain itu melakukan kerja sama yang baik antara pihak rektorat dan yayasan. Karena perpaduan kedua itulah yang dapat membuat perguruan tinggi ini berkembang,” ujar Dian.

Rektor Unika Santo Thomas, Sihol Situngkir dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan. Sebagai rektor ketujuh sekaligus rektor pertama yang bukan pastor, Beliau berjanji akan membawa banyak perubahan di kampus di tengah era Revolusi 4.0 yaitu kemajuan di bidang digitalisasi.

“Kami akan berusaha  untuk membawa nama Unika Santo Thomas semakin diperhitungkan di dunia pendidikan lewat program-program yang telah disiapkan. Tentu untuk mewujudkannya kami akan terus membangun sinergitas dengan semua pihak sebagai wujud kontribusi melalui dunia pendidikan. Tiga pilar perguruan tinggi sama-sama penting, namun harapan saya pengabdian masyarakat lebih ditingkatkan lagi dengan mengaplikasikan yang telah dipelajari. Sehingga dapat memberi dampak nyata di tengah masyarakat,” ujar Sihol.(Ima Dame Manalu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *