Mengejar Akreditasi B

Mengejar Akreditasi B
  • Unika Dinilai Unggul di Standar Tenaga Kependidikan

UNIKA, VERITAS – Tuntas melakukan re-akreditasi sejumlah program studi yang sudah kedaluarsa, Unversitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan kini berbenah untuk mendapatkan status akreditasi perguruan tinggi (institusi). Berbagai strategi pun dilakukan universitas dalam rangka pencapaian target akreditasi institusi tersebut.

Salah satunya adalah dengan membentuk Panitia Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara. Melalui keputusan nomor: 0792/UKS-B.Ak/A.53/2017 tertanggal 12 Desember 2017, Rektor Unika Santo Thomas, Frietz R. Tambunan menunjuk para akademisi Unika Santo Thomas menjadi panitia. Sebagai ketua adalah Posman Sibuea (Wakil Rektor I), sekretaris dijabat Berman Hutahaean (Ketua LPM) dan Evelin R.R. Silalahi (Sekretaris LPM). Di posisi narasumber ada Patricius Sipayung (Wakil Rektor III), Eddy Sembiring (Wakil Rektor II), Surya Abadi Sembiring (Kepala LPPM), dan delapan dekan dari delapan fakultas di Unika Santo Thomas. Sedangkan di posisi anggota berisi 34 orang yang terdiri dari para wakil dekan, ketua program studi, sekretaris LPPM, tim TPM dan UPM Fakultas dan Prodi, para kepala biro dan kepala perpustakaan.

Ketua Panitia Akreditasi, Posman Sibuea mengatakan, tugas dan wewenang panitia tersebut pada butir pertama adalah menghimpun, mengkaji dan merumuskan langkah-langkah serta kebijaksanaan yang akan ditempuh dalam rangka akreditasi sebagai berikut: melakukan dan membuat laporan evaluasi diri perguruan tinggi, mengisi instrument akreditasi perguruan tinggi (APT), menyediakan dokumen APT, melakukan pengiriman boring akreditasi, dan melakukan administrasi yang berkaitan dengan akreditasi.

Posman mengatakan, salah satu instrumenn yang mendesak disusun adalah boring akreditasi.

Borang akreditasi merupakan alat untuk mengukur kualitas  dan kapasitas sebuah universitas yang layak. “Unika Santo Thomas dijadwalkan akan mengirimkan borang akreditasi pada Jumat, 29 Juni mendatang,” kata Posman kepada VERITAS UNIKA, awal Juni lalu.

Untuk memantapkan kerja-kerja panitia APT, kata Posman, panitia melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan Jumat (25/5/2018) lalu di gedung rektorat Unika Santo Thomas. Bimtek ini menghadirkan  narasumber Ramlan Lubis. Dalam bimtek ini, kata Posma, pihaknya mendapat banyak masukan berharga terkait persiapan Unika menuju kampus yang terakreditasi perguruan tinggi, termasuk di dalamnya mempersiapkan dan menyusun berkas-berkas yang disyaratkan dalam standar penilaian.

Posman menjelaskan, dalam akreditasi perguruan tinggi, ada tujuh standar yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan selanjutnya dinilai kelayakannya. Tujuh standar tersebut adalah: 1)  visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian dengan persentase 2,62  persen, 2) tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu dengan persentase 26,32  persen, 3) mahasiswa dan lulusan dengan persentase 13,16 persen, 4) sumber daya manusia dengan persentase 18,42 persen, 5) kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik dengan persentase 7,89 persen, 6) pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi dengan persentase 18,42 persen, dan 7) penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama dengan persentase 13,16 persen.

Menurut Posman, dari tujuh standar penilaian, standar Unika yang paling unggul ialah sumber daya manusia, yakni tenaga kependidikan. Tenaga kependidikan Unika Santo Thomas menempati urutan ketiga se-Sumatera Utara setelah USU dan Unimed. Namun, untuk memantapkan kembali tenaga pendidik, para dosen harus semakin giat dan terpacu kembali untuk melakukan penelitian-penelitian yang nantinya akan membawa harum nama Unika.

“Peluang Unika untuk mengejar akreditasi B sangatlah tinggi. Selain itu, Unika adalah milik sendiri yang dikelola oleh Keuskupan Agung Medan. Gedungnya juga bagus dan layak untuk dijadikan tempat belajar yang nyaman,” katanya.

Dikatakan Posman, dari 263 perguruan tinggi swasta, hanya beberapa universitas yang meraih akreditasi B. Saat ini skor Unika sudah mencapai 306, sementara skor dengan 301 sudah mendapat nilai B. “Artinya Unika tinggal melengkapi dokumen-dokumen terkait dengan boring akreditasi. Namun, kelengkapan dokumen-dokumen terkait masih kurang karena minimnya kesiapan waktu anggota dan koordinator untuk melengkapinya,” ujar Posman.

Untuk mendukung kesiapan akreditasi ini, kata Posman, mahasiswa juga turut berperan di dalamnya untuk memenuhi standar nomor 3. Artinya, mahasiswa harus lebih giat lagi belajar agar dapat lulus 4 tahun. IPK nya juga harus meningkat. Jika yang meraih IPK di bawah 3,00 lebih banyak dari yang di atas 3,00, itu juga mempengaruhi akreditasi Unika.

“Selain itu, mahasiswa juga harus menjaga roh atau nama baik Unika. Kita ini perguruan tinggi Katolik, jadi berlakulah bagaimana selayaknya umat Kristiani. Berpakaian yang sopan dan selayaknya mahasiswa, tutur kata dijaga dan aturan parkir juga harus dijaga Ada kemungkinan salah satu tim assesor yang akan datang sekitar bulan Juli mendatang serta akan mengelilingi  kampus dan melihat langsung keadaan Unika. Jika dari parkir saja sudah tidak teratur, maka akan mempengaruhi standar-standar yang lain. Saya berharap adanya kerjasama yang baik antara semua civitas akademika Unika untuk pembangunan kualitas yang lebih baik,” ajak Posman.

Posman mengatakan, sejauh ini penyelesaian masing-masing standar berjalan lancar meski anggota panitia juga harus mengerjakan tugas lain bidang tri dharma perguruan tinggi.  Rencana pengiriman borang APT sesuai jadwal panitia  seharusnya di awal bulan Maret 2018. Namun, penyelesaian borang  agak lambat karena harus mengumpulkan semua informasi akademik dan non-akademik  yang masih belum tertata dengan baik. “Di samping itu, semangat anggota panitia sering turun naik. Hal ini juga dialami oleh panitia APT di perguruan tinggi yang lain. Saya sebagai Ketua APT harus melaporkan kepada bapak rektor agar beliau mendorong panitia untuk bekerja lebih cepat. Energi kebersamaan panitia untuk menyukseskan penyusunan borang APT harus dikawal dengan baik,” katanya.

Dikutip dari situs banpt.or id per 14 Juni 2018, dari 263 perguruan tinggi swasta (PTS) di Kopertis Wilayah 1 Sumut, hanya 93 PTS yang sudah terakreditasi. Ke-93 PTS ini terdiri dari tingkat Akademi 24 PTS, Politeknik 4 PTS, Sekolah Tinggi 43 PTS, Institut 4 PTS, dan Universitas 18 PTS. Sedangkan empat PTN yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Universitas Islam Negeri Sumut dan Politeknik Negeri Medan sudah terakreditasi. Untuk akreditasi program studi di Unika Santo Thomas, dari 16 program studi, 9 diantaranya terakreditasi B, dan sisanya (7 program studi) terakreditasi C.(Putri Fortuna Nainggolan)

REKTOR Unika Santo Thomas, Frietz R. Tambunan menyambut peserta Olimpiade Nasional MIPA yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret lalu. Saat ini, Unika Santo Thomas sedang mempersiapkan diri menuju kampus terakreditasi. (DOK UNIKA SANTO THOMAS)

Tiap Fakultas Kerjakan Satu Standar

DEKAN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Losten Tamba mengatakan, tugas pengerjaan (penyusunan) boring APT yang jumlahnya tujuh standar tersebut dibagi ke setiap fakultas di Unika Santo Thomas. Khusus untuk FKIP, kata Losten, mengerjakan standar dua yaitu tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu.

“Standar ini adalah acuan keunggulan mutu tata pamong, kepemimpinan, dan sistem pengelolaan institusi perguruan tinggi sebagai satu kesatuan yang terintegrasi yang menjadi kunci penting bagi keberhasilan insttusi dalam mewujudkan visi, melaksanakan misi dan mencapai tujuan yang dicita-citakan,” katanya.

Losten mengatakan, rapat pengerjaan standar dua ini sudah berlangsung beberapa kali dan dilaksanakan di fakultas dan rapat APT. Rapat terakhir pada tanggal 25 Mei 2018 yang lalu dimana standar dua ini dinilai langsung oleh narasumber Ramlan Silaban. “Dari pertemuan dengan Pak Ramlan, ada beberapa yang hal yang harus diperbaiki. Perbaikan atas saran Pak Ramlan untuk standar dua pun sudah selesai dilakukan hari Rabu, 6 Juni 2018. Tim standar dua sudah rapat pada hari Senin, 4 Juni 2018, untuk finalisasi narasi standar dua. Tim standar dua dan tim standar lain optimistis akan mendapatkan akreditasi B. hal ini berdasarkan apa yang sudah dibuat dalam borang APT dan hasil penilaian Pak Ramlan,” lanjutnya.

Losten menambahkan, mengacu kepada penuturan Ramlan Silaban, jika boring APT dikirimkan bulan Juni, maka hasil akreditasi akan diketahui pada bulan Agustus karena jarak antara asesi dengan hasil biasanya adalah satu minggu.

Lalu apa harapan mahasiswa terkait akreditasi ini? Februari Telambanua, mahasiswa Fakultas Teknik berharap agar akreditasi faklutas semakin meningkat terutama pada program studi Teknik Sipil yang saat ini masih terakreditasi C. “Besar harapan saya dan teman-teman yang lainnya agar nilai akreditasi fakultas semakin membaik, terutama pada program studi Teknik Sipil. Semoga kembali ke akreditasi B. Dan untuk Arsitektur, meskipun nantinya tidak dapat A semoga nilai program studi semakin meningkat,” katanya.

“Kami sebagai mahasiswa hanya dapat mendukung dan menyokong Bapak Ibu dosen tim akreditasi agar akreditasi kampus dapat berjalan dengan baik. Semua ini butuh proses dan kami sebagai mahasiswa siap untuk membantu semampu kami, seperti menyusun berkas, mengisi angket dan lain sebagainya. Walaupun proses ini panjang saya sangat berharap agar nantinya menuai hasil yang memuaskan,” tutupnya.

Hal senada juga dikatakan Prajordan Nainggolan. Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian ini mengatakan, Unika Santo Thomas masih memerlukan perbaikan di segala bidang agar akreditasi kampus meningkat. Salah satunya persiapan di masing-masing masing fakultas. Prajordan menuturkan mahasiswa juga berperan dalam mendukung akreditasi kampus misalnya dengan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan jurusan agar menghasilkan prestasi membanggakan.

“Harapan kami, kampus juga perlu memperbaiki sarana dan prasarana untuk menunjang prestasi mahasiswa. Jika sarana prasarana lengkap, kami yakin mahasiswa mampu meraih prestasi,” kata Prajordan.(Liria Tarigan/Ransoter Marbun)

Apa Itu Akreditasi?

AKREDITASI kini menjadi proses penting harus dijalani oleh semua institusi pendidikan di tanah air. Proses yang dijalani ini nantinya akan berujung kepada status akreditasi institusi tersebut, apakah memperoleh akreditasi A, B, C atau N/A. Nah, mungkin banyak diantara kamu yang belum mengerti apa itu akreditasi, mengapa ada akreditasi, apa itu Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan apa sih pentingnya akreditasi? Berikut penjelasannya ya, yang dirangkum VERITAS UNIKA dari sevima.com dan beberapa situs lainnya.

Akreditasi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian suatu lembaga pendidikan (pendidikan tinggi) oleh pihak di luar lembaga yang independen. Akreditasi juga diartikan sebuah upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja.

Pada pembukaan buku naskah akademik Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi, dijelaskan bahwa akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Evaluasi dan penilaian dalam rangka akreditasi institusi dilakukan oleh team asesor yang terdiri atas pakar yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi.

Landasan dari akreditasi sebuah intitusi pendidikan yakni Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Pasal 60 dan 61). Undang-undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen (Pasal 47) Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86,87, dan 88) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Data terakhir per 27 April 2016 yang dikeluarkan Kementrian Riset dan Teknologi, ada 121 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 3.109 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di bawah Dikti (PT umum). Terdapat 76 Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN) dan 958 Perguruan Tinggi Agama Swasta (PTAS) yang berada dibawah kementerian agama. Yang berada di bawah Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK) ada 175 Perguruan Tinggi Kedinasan Negeri.

Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi atau program studi dalam tataran kompetisi pengelolan dengan institusi perguruan tinggi dan program studi lain serta merupakan tolok ukur bagi lembaga pengguna produk program perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Adapun aspek yang dinilai dalam proses akreditasi adalah: isi  sarana dan prasarana pendidikan, penelitian, pembiayaan, kurikulum dari setiap program pendidikan, jumlah dosen/tenaga pendidik, keadaan mahasiswa, koordinasi pelaksanaan pendidikan dan proses pendidikan, kesiapan administrasi akademik/kepegawaian/keuangan/dan rumah tangga dari perguruan tinggi, kompetensi lulusan dan pengabdian kepada masyarakat

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah lembaga  yang memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menilai, serta menetapkan status dan peringkat mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.

Tujuan dan manfaat akreditasi institusi perguruan tinggi adalah: memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggara perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar, dan mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi. Hasil akreditasi nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam transfer kredit perguruan tinggi, pemberian bantuan dan alokasi dana, serta pengakuan dari badan atau instansi lain.

Apakah akreditasi penting? Tentu saja akreditasi sangat penting. Akreditasi juga bisa memberikan manfaat pada semua pihak, baik itu pemerintah, calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja nasional maupun internasional, organisasi penyandang dana, dan bagi perguruan tinggi atau program studi yang bersangkutan. Melalui akreditasi, pemerintah bisa lebih mudah menjamin mutu PT dan tenaga kerja yang lulus dari PT yang sudah terakreditasi. Selain itu juga pemerintah bisa mendapatkan informasi mengenai PT untuk menentukan beasiswa atau hibah yang akan diberikan bagi institusi dan mahasiswanya.

Perguruan Tinggi yang sudah terakreditasi juga menjadi media informasi bagi para calon mahasiswa atau orang tua, pasar kerja, dan organisasi penyandang dana mengenai kualitas PT serta lulusannya. Dan manfaat bagi PT yang bersangkutan, mereka akan mendapatkan informasi untuk lebih meningkatkan kualitas dan perencanaan akademiknya. Mereka juga akan lebih mudah menjaring kemitraan dengan institusi lain dari dalam maupun luar negeri

Jadi Akreditasi sangat diperlukan untuk standar ukuran tentang mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusan nya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar pada perguruan tinggi tersebut, dan sebagai acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (Kemendiknas) dalam tahap proses globalisasi pendidikan untuk daya saing secara global dimasa datang.

Nilai akreditasi berkisar antara 0 – 400 dengan rincian akreditasi A setara dengan 361-400 poin, akreditasi B setara 301-360 poin, akreditasi C setara dengan 201-300, dan kurang dari 201 diartikan sebagai N/A atau tidak terakreditasi.

Perlu kamu ketahui, standar akreditasi setiap lima tahun dapat berubah jika lembaga pendidikan tersebut melakukan standarisasai akreditasi. Bisa jadi tahun ini kamu masuk PT dalam posisi akreditasi C, namun setelah kamu lulus dari Perguruan tinggi nanti kemungkinan bisa B karena kualitas univesitas meningkat lebih baik.(Putri Fortuna Nainggolan)

pts terakreditasi 

  1. Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan C
  2. Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua B
  3. Institut Sains dan Teknologi TD Pardede C
  4. Institut Teknologi Medan C
  5. Universitas Alwashliyah C
  6. Universitas Darma Agung C
  7. Universitas Dharmawangsa C
  8. Universitas Efarina Simalungun C
  9. Universitas HKBP Nommensen  B
  10. Universitas Islam Labuhan Batu C
  11. Universitas Islam Sumatera Utara B
  12. Universitas Medan Area  B
  13. Universitas Methodist Indonesia B
  14. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara B
  15. Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan B
  16. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah B
  17. Universitas Pembangunan Panca Budi B
  18. Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia C
  19. Universitas Potensi Utama C
  20. Universitas Prima Indonesia B
  21. Universitas Simalungun B
  22. Universitas Sisingamangaraja XII Taput B

ptn terakreditasi

  1. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara B
  2. Universitas Negeri Medan A
  3. Universitas Sumatera Utara A
  4. Politeknik Negeri Medan B

Status akreditasi prodi unika santo thomas

  1. Sistem Informasi  B (Masih berlaku/03-01-2023)
  2. Akuntansi  B (Masih berlaku/13-02-2023)
  3. Ilmu Hukum B (Masih berlaku/20-02-2023)
  4. Teknologi Hasil Pertanian B (Masih berlaku/20-02-2023)
  5. Manajemen B (Masih berlaku/27-02-2023)
  6. Pendidikan Matematika C (Masih berlaku/08-09-2021)
  7. Ilmu Filsafat B (Masih berlaku/20-10-2021)
  8. Teknik Sipil C (Masih berlaku/20-10-2021)
  9. Pendidikan Guru Sekolah Dasar C (Masih berlaku/27-12-2021)
  10. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia C (Masih berlaku/03-09-2020)
  11. Pendidikan Bahasa Inggris C (Masih berlaku/14-11-2020)
  12. Sastra Inggris C (Masih berlaku/21-03-2019)
  13. Teknik Informatika C (Masih berlaku/08-08-2019)
  14. Agribisnis B (Masih berlaku/14-11-2019)
  15. Arsitektur B (Sudah kedaluarsa/10-01-2018)
  16. Agroteknologi B (Sudah kedaluarsa/31-01-2018)

Sumber: www.banpt.or.id per 14 Juni 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *